Strategi Terbuka Nick Cassidy Bangun Kepercayaan di Citroën Formula E

© Getty Image 2026
© Getty Image 2026

Formula E, Sportrik Media - Nick Cassidy membangun fondasi kepercayaan yang kuat bersama tim barunya, Nick Cassidy dan Citroën Formula E, setelah sebuah keputusan strategis yang lahir dari komunikasi “super terbuka” di tengah balapan Mexico City E-Prix terbukti menjadi faktor penentu kemenangan krusial. Hasil tersebut sekaligus menempatkan Cassidy sebagai pemimpin klasemen sementara Kejuaraan Dunia Formula E dengan keunggulan empat poin setelah dua seri pembuka musim.

 

Kepindahan Cassidy dari Jaguar TCS Racing ke Citroën sejauh ini memberikan hasil yang nyaris sempurna. Dalam dua balapan awal di São Paulo dan Mexico City, pembalap asal Selandia Baru itu mengamankan satu podium dan satu kemenangan, sebuah pencapaian signifikan mengingat Citroën merupakan tim baru di grid Formula E dan Cassidy belum pernah sebelumnya mengendarai paket Stellantis Gen3 Evo mereka dalam kondisi balapan.

 

Konteks ini membuat awal musim Cassidy semakin menonjol. Pada sesi uji coba pramusim November lalu, Cassidy secara terbuka menjelaskan besarnya tantangan adaptasi yang harus ia hadapi, mulai dari filosofi powertrain, karakteristik manajemen energi, hingga dinamika operasional tim. Ia menggambarkan proses tersebut sebagai “gunung besar” yang harus didaki. Namun, berdasarkan dua seri pembuka musim ini, Cassidy terlihat telah menaklukkan tantangan tersebut dalam waktu yang jauh lebih cepat dari perkiraan.

 

Balapan di São Paulo dan Mexico City kembali memperlihatkan pola khas Cassidy. Ia menghabiskan sebagian besar lomba di zona tengah, fokus menjaga efisiensi energi dibandingkan memaksakan posisi lintasan. Pendekatan ini membuka peluang untuk serangan agresif di fase akhir balapan, strategi yang kembali membuahkan hasil di Mexico City ketika Cassidy melesat dari posisi ke-10 menuju kemenangan hanya dalam 13 lap terakhir.

 

Kunci kemenangan tersebut terletak pada keputusan tidak lazim terkait penggunaan attack mode. Setelah periode full-course yellow yang kemudian berubah menjadi safety car, Cassidy mengusulkan untuk menggunakan enam menit attack mode pada aktivasi pertama, lalu menyisakan dua menit pada aktivasi kedua. Pendekatan enam menit di awal dan dua menit di akhir tergolong jarang digunakan, namun Citroën langsung mendukung gagasan tersebut ketika disampaikan melalui radio.

“Ya, ini menarik. Menurut saya itu balapan yang sangat khas saya,” ujar Cassidy kepada RacingNews365.
“Mengambil enam dan dua menit attack mode memang berbeda, tapi yang paling keren adalah tim langsung berada di halaman yang sama dengan saya.”

Cassidy menjelaskan bahwa ide tersebut sama sekali tidak dibahas dalam briefing pra-event maupun pra-balapan. Keputusan itu muncul secara spontan dalam kondisi netralisasi balapan, ketika seluruh tim dapat mendengarkan komunikasi radio pesaing.

“Kami sedang berada di bawah full-course yellow, dan itu bukan sesuatu yang dibahas sebelumnya,” lanjutnya.
“Saya melemparkan ide itu lewat radio. Dalam situasi seperti itu, Anda agak terjebak, karena semua tim mendengarkan semua radio.”

Respons Citroën menjadi titik balik penting. Alih-alih ragu, tim justru menunjukkan keterbukaan untuk beradaptasi secara instan dan menyelaraskan strategi dengan perspektif pembalapnya.

“Tim kami sangat terbuka terhadap perubahan dan bisa memahami dari mana saya datang,” kata Cassidy.
“Mereka punya gambaran yang bagus kapan strategi itu paling tepat, dan kami bekerja bersama dengan sangat baik. Itu balapan yang membuat saya bangga.”

Bagi Cassidy, momen tersebut memiliki arti khusus karena terjadi di lingkungan baru, di mana tingkat kepercayaan biasanya membutuhkan waktu untuk terbentuk.

“Berada di lingkungan baru dan bisa membuat hal seperti itu berjalan dengan baik benar-benar terasa spesial,” tambahnya.

Dimensi kepercayaan ini menjadi kontras menarik dibandingkan dua musim Cassidy sebelumnya bersama Jaguar. Meski meraih kesuksesan, komunikasi radio Cassidy dan Jaguar kerap terdengar tegang. Bersama Citroën, keselarasan sejak awal musim menciptakan atmosfer yang lebih stabil dan menjadi fondasi penting untuk ambisi perebutan gelar.

Kemenangan di Mexico City juga menuntut kemampuan bertahan yang luar biasa. Cassidy harus menahan tekanan dari Edoardo Mortara yang membela Mahindra Racing. Mortara masih memiliki sisa attack mode ketika Cassidy kehabisan, memberinya keunggulan tenaga dan sistem penggerak empat roda.

Cassidy bahkan telah menerima kemungkinan turun hingga posisi keempat, mengingat ancaman bukan hanya datang dari Mortara, tetapi juga dari Oliver Rowland dan Jake Dennis di belakangnya yang juga masih menyimpan attack mode.

“Di akhir balapan, saya sendiri cukup terkejut bisa menahan Mortara,” ungkap Cassidy.
“Saat masuk lap terakhir dan kami berada di level daya yang sama, saya merasa jauh lebih percaya diri.”

Namun sebelum itu, situasinya terasa sangat genting.

“Ketika dia masih di attack mode, saya merasa seperti target empuk,” lanjutnya.
“Saya sudah siap jika harus finis P4, dengan Dennis dan beberapa pembalap lain datang dari belakang.”

Kelegaan pun terasa ketika bendera finis dikibarkan dengan Cassidy tetap berada di posisi terdepan.

“Jadi ya, saya cukup lega bisa bertahan,” tutup Cassidy.

Dua balapan awal musim ini tidak hanya memberikan poin maksimal bagi Cassidy, tetapi juga menegaskan bahwa kemitraannya dengan Citroën memiliki fondasi strategis dan psikologis yang kuat. Jika tingkat keterbukaan dan kepercayaan ini dapat dipertahankan, kombinasi Cassidy–Citroën berpotensi menjadi kekuatan penentu dalam perburuan gelar Formula E musim ini.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG