Formula 1, Sportrik Media - Isack Hadjar menjelaskan penyebab kecelakaannya bersama Red Bull Racing pada sesi shakedown Formula 1 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya, yang terjadi dalam kondisi lintasan basah akibat hujan.
Hadjar menjadi satu-satunya pembalap yang mengalami insiden besar sepanjang pekan shakedown di Barcelona, setelah kehilangan kendali di tikungan terakhir pada Selasa sore. Mobil Red Bull yang dikemudikannya mengalami kerusakan signifikan di bagian belakang, memaksa tim melakukan perbaikan besar sebelum kembali turun lintasan pada hari terakhir yang diizinkan.
Akibat insiden tersebut, Red Bull harus memfokuskan upaya pemulihan mobil sebelum melanjutkan program pengujian. Tim akhirnya kembali ke lintasan pada Jumat, dengan Max Verstappen menjalani seluruh sesi dan menyelesaikan 118 lap, sehingga total jarak tempuh Red Bull selama shakedown mencapai 303 lap.
Hadjar mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut dipicu oleh pergantian ban dari wet ke intermediate di lintasan yang masih sangat basah, sebuah fase transisi yang krusial dalam kondisi grip rendah.
“Hari Senin sebenarnya sangat bagus,” ujar Isack Hadjar.
“Kami sangat produktif dan berhasil menyelesaikan lebih banyak lap dari yang kami perkirakan. Semuanya berjalan cukup mulus dengan hanya masalah kecil, yang cukup mengesankan mengingat itu adalah hari pertama kami dengan power unit sendiri.”
Namun situasi berubah keesokan harinya saat kondisi lintasan tidak menentu.
“Sayangnya pada hari Selasa, tepat setelah beralih dari ban wet ke intermediate, saya kehilangan kendali mobil di tikungan terakhir,” lanjutnya.
“Saya tahu dampaknya tidak ideal bagi tim.”
Meski demikian, Hadjar menilai sesi tersebut tetap memberikan pembelajaran penting, baik dari sisi karakteristik mobil maupun pendekatan pengembangan.
“Hal positifnya adalah saya sudah mulai memahami mobil dan bekerja pada berbagai aspek. Masih banyak hal yang perlu disesuaikan, tentu saja, tetapi sejauh ini perkembangannya cukup stabil.”
Ia juga menyoroti perbedaan karakter mobil generasi 2026 dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dari sisi aerodinamika dan power unit.
“Mobil-mobil ini sangat berbeda. Downforce secara keseluruhan jauh lebih rendah dan karakternya lebih dapat diprediksi dibandingkan generasi sebelumnya. Mobilnya lebih sederhana untuk disetel, dan dari sisi power unit, ada lebih banyak opsi yang bisa dimanfaatkan pembalap.”
Hadjar menambahkan bahwa persiapannya menuju musim 2026 berada dalam kondisi optimal, meski proses pembelajaran masih terus berlangsung.
“Saya rasa saya tidak bisa mempersiapkan diri untuk musim ini dengan lebih baik lagi. Saya berharap bisa memulai musim dengan kuat, tetapi pekerjaan kami jelas belum selesai. Saya belajar setiap hari.”
Bos Red Bull, Laurent Mekies, memberikan dukungan penuh kepada Hadjar, yang dipromosikan ke tim utama menggantikan Yuki Tsunoda setelah hanya satu musim di Formula 1.
“Kami mencatat lebih dari 100 lap pada hari Senin bersama Isack, dan itu adalah hari yang sangat positif,” kata Mekies.
“Hari Selasa memang lebih sulit. Max sempat menjalani satu long run sebelum hujan turun, tetapi kami melihat ini sebagai kesempatan belajar dengan mobil generasi baru di kondisi basah.”
Ia menilai insiden Hadjar sebagai bagian dari proses adaptasi yang wajar.
“Isack turun pada sore hari tanpa peluang menggunakan ban kering. Kami mendapatkan data yang bagus di kondisi basah, lalu insiden terjadi di akhir hari dalam kondisi yang sangat rumit,” jelasnya.
“Ini memang tidak ideal, tetapi hal seperti ini bisa terjadi. Pembelajaran yang didapat Isack dan tim dari jumlah lap yang ia selesaikan tidak bisa diremehkan.”
Mekies juga memuji kerja keras mekanik dan insinyur Red Bull dalam mengembalikan mobil ke lintasan, sekaligus menyelesaikan tes pertama dengan mesin baru Red Bull Powertrains yang didukung oleh Ford.
“Pekerjaan tim, baik di sirkuit maupun di markas, benar-benar luar biasa untuk membawa mobil kembali ke lintasan pada hari Jumat,” ungkap Mekies.
“Max menyelesaikan lebih dari 100 lap dan memberikan masukan teknis yang sangat berharga, yang akan membantu persiapan menuju Bahrain dan seterusnya.”
Dengan data awal yang telah dikumpulkan di Barcelona, Red Bull kini mengalihkan fokus pada pengembangan lanjutan menjelang tes berikutnya. Insiden Hadjar menjadi bagian dari fase pembelajaran awal, sementara tim menilai fondasi teknis mobil 2026 dan power unit baru telah memberikan arah yang jelas untuk langkah selanjutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!