Audi menegaskan bahwa kehadirannya di Formula 1 bukan sekadar untuk “mengisi grid”, dengan menyampaikan peringatan tegas kepada para rival pada hari peluncuran resmi proyek F1 perdananya.
Pabrikan asal Jerman tersebut memperkenalkan mobil F1 pertamanya, R26, dalam sebuah acara di Berlin. Audi secara terbuka menyatakan bahwa mereka memiliki peta jalan yang jelas menuju kesuksesan, dengan target meraih gelar juara dunia pertama pada 2030. Namun, ambisi Audi tidak berhenti di sana.
Dalam pernyataan resmi tim, Audi menegaskan bahwa proyek Formula 1 mereka dibangun dengan visi jangka panjang dan standar tinggi khas pabrikan pemenang multi-kejuaraan di berbagai ajang balap dunia.
“Kami sedang membangun organisasi baru dengan pola pikir yang berlandaskan ketangguhan, presisi, dan rasa ingin tahu tanpa henti untuk menemukan performa di setiap area,” demikian pernyataan Audi.
“Target kami adalah memenangkan kejuaraan pada 2030. Kami memiliki rencana terstruktur untuk pendakian yang terukur dan disengaja.”
Audi menjabarkan tahapan pengembangan proyek F1 mereka secara terbuka, dimulai dari fase sebagai penantang hingga menjadi kekuatan dominan.
“Perjalanan kami dimulai sebagai penantang, di mana kami membangun proses dan berjuang untuk meraih poin. Kami kemudian akan berevolusi menjadi kompetitor, mengonsolidasikan kekuatan untuk secara konsisten bersaing memperebutkan podium.”
“Tahap berikutnya adalah menjadi juara—sebuah kekuatan pemenang yang menyatu. Di luar lintasan, kami bertujuan menjadi ikon olahraga yang memecahkan rekor dan membentuk masa depan motorsport.”
Team principal Jonathan Wheatley, yang bergabung dengan Audi setelah meninggalkan Red Bull Racing pada musim lalu, menekankan bahwa ambisi besar tersebut disertai pemahaman realistis tentang kompleksitas Formula 1.
“Formula 1 adalah olahraga tim paling kompleks di dunia,” ujar Wheatley.
“Dan kemenangan tidak pernah mudah.”
Menurut Wheatley, kekuatan utama Audi terletak pada fondasi sumber daya manusia dan budaya kerja yang ingin mereka bangun sejak hari pertama.
“Formula 1 digerakkan oleh manusia. Perjalanan kami menuju puncak dibangun di atas rencana yang jelas, tetapi akan ditentukan oleh pola pikir kami: ketangguhan, presisi, dan rasa ingin tahu tanpa henti.”
“Kami akan membangun tim yang mewujudkan nilai-nilai tersebut. Kami hadir untuk menantang, berevolusi, dan pada akhirnya, menang.”
Sementara itu, CEO Audi AG sekaligus chairman Audi Motorsport AG, Gernot Döllner, menegaskan bahwa masuknya Audi ke Formula 1 merupakan bagian dari strategi perusahaan yang jauh lebih luas.
“Ini adalah keputusan strategis yang memperkuat bagaimana kami meningkatkan kekuatan teknologi, merangkul pembelajaran berkelanjutan untuk performa, dan membentuk masa depan Audi sebagai penggerak keunggulan performa di seluruh dunia,” kata Döllner.
“Proyek ini adalah panggung tertinggi untuk menunjukkan ‘Vorsprung durch Technik’ dan menjadi katalis kuat bagi masa depan merek kami.”
Meski demikian, Audi tidak menutupi fakta bahwa keajaiban instan tidak diharapkan. Walaupun mereka memasuki Formula 1 dengan mengambil alih struktur Sauber beserta fasilitas Hinwil yang telah mapan, tantangan era regulasi baru tetap signifikan.
Fokus utama Audi berada pada pengembangan power unit Formula 1 pertamanya, sebuah langkah besar meski pabrikan tersebut memiliki rekam jejak kesuksesan panjang di berbagai kategori motorsport lainnya.
Kepala proyek F1 Audi, Mattia Binotto, menegaskan bahwa regulasi 2026 menjadi momen ideal bagi Audi untuk masuk ke Formula 1 sebagai pabrikan penuh.
“Regulasi 2026 menciptakan momen yang sempurna untuk masuk,” ujar Binotto.
“Kami adalah tim pabrikan sejati sejak hari pertama. Powertrain dan sasis dikembangkan dalam sinergi penuh—dua elemen yang dirancang satu sama lain.”
“Integrasi ini bukan sekadar detail; inilah inti dari strategi kompetitif kami.”
Dengan struktur pabrikan penuh, rencana bertahap yang jelas, dan ambisi terbuka untuk memecahkan rekor, Audi menempatkan dirinya sebagai proyek jangka panjang yang serius di Formula 1—bukan pendatang baru yang datang tanpa target besar.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!