Guenther Steiner, mantan bos tim Haas F1, melontarkan kritik pedas terhadap Lando Norris terkait insiden minum Coca-Cola di ruang cooldown setelah Grand Prix Spanyol. Norris, yang finis ketiga di sirkuit Madring, terlihat menikmati minuman bersoda itu sebelum sesi podium, namun ditegur oleh seorang official karena melanggar aturan sponsor. Alih-alih mematuhi, pembalap McLaren itu dengan tegas menolak permintaan tersebut.
"Saya baru saja balapan, jadi saya boleh minum apa yang saya suka. Terima kasih banyak," ujar Norris kepada official, seperti dikutip dari Crash.net. Momen tersebut dengan cepat menjadi viral, dan banyak penggemar justru memuji sikap santai Norris. Namun, Steiner memiliki pandangan berbeda. Dalam podcast The Red Flags, ia menyatakan bahwa tindakan Norris tidak profesional.
Kritik Steiner: Profesionalisme di Atas Segalanya
"Jika Anda seorang profesional, Anda tidak melakukan itu. Titik," tegas Steiner. "Anda tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Anda terlatih dengan baik. Dia seharusnya tidak melakukannya." Meski mengakui bahwa tindakan Norris tidak menimbulkan bahaya, Steiner menekankan pentingnya disiplin dalam olahraga elit. "Apakah itu hal buruk? Apakah ada yang terluka? Tidak. Tapi sebagai seorang pro, Anda tidak boleh melakukannya. Tapi dia melakukannya. Dan Anda tahu? Saya tidak peduli," tambahnya.

Insiden ini juga mencuatkan pertanyaan tentang aturan sponsor di F1. Ketika ditanya apakah Norris ditegur karena Pepsi adalah sponsor resmi F1, Steiner menjelaskan bahwa semuanya berdasarkan kategori. "Mereka menjualnya dan jelas jika Anda tidak membayar, Anda tidak bisa memilikinya. Dan dia minum Coke. Itu bukan hal paling cerdas," ujarnya. "Tapi seperti yang saya bilang, saya tidak peduli karena sekarang, bagi Coca-Cola, ini berhasil dengan baik. Ini bagus untuk mereka. Jika mereka tidak mengatakan apa-apa, tidak ada yang akan menyadarinya, tapi karena ini menjadi besar, sekarang Coca-Cola tertawa."
Terlepas dari kontroversi ini, performa Norris di lintasan tetap impresif. Ia saat ini berada di posisi keempat klasemen pembalap dengan 186 poin, tertinggal lima poin dari Lewis Hamilton dan 106 poin dari pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli. Dengan rivalitas yang semakin ketat, setiap poin dan setiap keputusan—baik di dalam maupun di luar lintasan—bisa berdampak pada perebutan gelar.
Steiner, yang dikenal blak-blakan, mungkin tidak terlalu memusingkan insiden ini, tetapi sorotan publik terhadap Norris menunjukkan bahwa pembalap papan atas selalu berada di bawah pengawasan ketat. Baik itu aksi di dalam kokpit atau sekadar minum soda, semuanya bisa menjadi berita. Yang jelas, Norris tidak akan berhenti menjadi dirinya sendiri, dan para penggemar tampaknya menyukai kepribadiannya yang autentik.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!