BMW Motorrad World Endurance Team kini memegang kendali atas balapan Bol d'Or 2026 setelah rival mereka, F.C.C. TSR Honda France, mengalami kemunduran pada pit stop kelima. Insiden pengisian bahan bakar yang gagal memaksa tim Honda ke pit tambahan, memberi keunggulan bagi BMW #37. Dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, BMW M1000RR mampu menjalankan stint lebih panjang dan satu kali lebih sedikit pit stop dibandingkan Honda. Kelima jam berlalu, duel di garis depan masih sengit, tetapi BMW mulai menjauh.
Balapan di Sirkuit Paul Ricard ini memang tak pernah lepas dari drama. Sejak awal, kedua tim saling bertukar posisi, dengan catatan lap terus terpangkas. Michael van der Mark, yang mengendarai BMW #37, mencatatkan waktu 1:52.421, namun Corentin Perolari langsung merespons dengan Honda #5, memangkas waktu tersebut hingga 0,1 detik. Kecepatan keduanya membuat penonton di tribun terus berdiri, terutama saat melintasi tikungan-tikungan cepat seperti Signes dan Beausset.
Namun, di balik duel panas itu, strategi bahan bakar menjadi pembeda. Tim BMW, yang didukung oleh basis Belgia, memanfaatkan efisiensi M1000RR untuk mengatur ritme pit stop. Sementara Honda, yang sempat menjadi ancaman, harus membayar mahal akibat masalah pada pengisian bahan bakar. Pit stop tambahan itu tak hanya menghilangkan waktu, tetapi juga memaksa mereka untuk mengejar dari belakang. Hingga jam kelima, BMW #37 telah menciptakan jarak yang cukup nyaman dari Honda #5.

Di posisi ketiga, YART Yamaha Official EWC Team masih tertinggal jauh. Meskipun mereka sempat mengalami start lambat, tim ini berhasil bangkit dan mengonsolidasikan posisi tiga besar. Namun, laju BMW dan Honda di depan tampaknya terlalu kuat untuk dikejar. YART harus puas menjaga jarak dan berharap kesalahan dari rival di depan.
Lebih jauh ke belakang, drama menimpa AutoRace Ube Racing Team. Pembalap berpengalaman Sylvain Guintoli mengalami crash hebat di Tikungan 10, yang mengakibatkan perbaikan darurat selama 40 menit. Kenny Foray sempat kembali ke lintasan, tetapi masalah teknis memaksa BMW #76 itu kembali ke garasi. Kini mereka kembali berlomba, tetapi terpuruk di posisi ke-46, tertinggal jauh dari para pemimpin.
Dengan sisa balapan yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah apakah Honda #5 mampu bangkit dan menantang BMW #37? Atau akankah BMW terus memperlebar jarak berkat keunggulan bahan bakar? Satu hal yang pasti, Bol d'Or 2026 masih menyimpan banyak kejutan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!