Guenther Steiner tidak bisa menahan diri untuk tidak angkat bicara. Mantan bos tim Haas itu menyoroti gelaran perdana Grand Prix Spanyol di sirkuit Madring, Madrid, yang berlangsung musim 2026. Menurutnya, balapan yang baru saja digelar itu meninggalkan banyak PR besar, terutama soal layout trek yang dinilai membosankan.
Balapan yang dimenangkan Kimi Antonelli tersebut memang berjalan lancar secara administratif. Namun, aksi salip-menyalip nyaris tidak ada. Pembalap Mercedes itu bahkan merebut posisi terdepan bukan lewat manuver di lintasan, melainkan berkat keberuntungan virtual safety car. Max Verstappen dan Lando Norris yang finis di belakangnya harus puas tanpa bisa memberikan perlawanan berarti.
Kritik pun mengalir deras dari para pembalap, penggemar, hingga pengamat. Steiner pun buka suara. Dalam podcast The Red Flags, ia mengakui bahwa gelaran perdana di Madrid memang mendapat sorotan negatif yang luar biasa. Meski begitu, ia meminta semua pihak untuk bersabar dan memberi kesempatan kepada penyelenggara untuk melakukan perbaikan.

"Itu persis seperti yang terjadi di Vegas tahun pertama. 'Oh, kenapa harus ke Las Vegas? Itu hal paling bodoh.' Namun sekarang Vegas sudah menjadi balapan yang sangat bagus. Beberapa hal memang langsung berhasil, sementara yang lain butuh penyesuaian," ujar Steiner.
Steiner memberikan peringatan tegas. Jika pada 2027 Madrid tidak juga dibenahi, ia menganggapnya sebagai sebuah kegagalan besar. Pasalnya, sirkuit Madring terikat kontrak jangka panjang selama 10 tahun. Tidak boleh ada tahun kedua yang berjalan seburuk ini.
Ia lantas mengingat kembali pengalaman pahit di Las Vegas tahun pertama. Saat itu, penutup saluran air di sirkuit sempat terangkat dan membuat sesi latihan berantakan. Semua orang panik, bahkan hingga pukul 6 pagi. "Ini bencana, mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan," kenang Steiner menirukan suasana saat itu. Namun, lihat sekarang, Vegas justru telah menjelma menjadi salah satu balapan ikonik dalam kalender Formula 1.
Terlepas dari kontroversi di Madrid, Kimi Antonelli masih kokoh di puncak klasemen pembalap. Kemenangannya di Spanyol memperlebar jarak menjadi 81 poin atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang berada di posisi kedua. Sementara itu, juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, harus puas di urutan ketiga dengan selisih 101 poin dari Antonelli.
Formula 1 2026 akan melanjutkan perjalanan ke putaran ke-15, Grand Prix Azerbaijan, yang dijadwalkan berlangsung pada 24-26 September di Sirkuit Kota Baku. Akankah Madrid belajar dari Vegas? Waktu yang akan menjawab.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!