Max Verstappen mengejutkan paddock dengan pengakuan bahwa ia sempat "serius mempertimbangkan" untuk berhenti dari Formula 1 sebelum menandatangani kontrak anyar bersama Red Bull. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi liar soal masa depan pembalap Belanda tersebut, yang kontraknya semula akan habis pada akhir 2028.
Keputusan Verstappen untuk bertahan tidak lepas dari ketidakpuasannya terhadap regulasi teknis 2026. Ia bahkan menyebut aturan baru itu sebagai "Formula E dengan steroid" saat pengujian pramusim. Kritik pedas terus ia lontarkan, termasuk setelah perubahan menjelang GP Miami yang bertujuan mengurangi efek super-clipping dan deplesi baterai. Di Madrid, ia kembali menyoroti masalah pengiriman daya baterai.
Meski demikian, Verstappen menegaskan bahwa cintanya pada balapan membuatnya bertahan. "Yah, entah kamu berhenti atau tidak – jadi ini keputusan 50/50!" ujarnya kepada Bild. "Saya serius mempertimbangkannya. Tapi pada akhirnya, saya mencintai balapan. Tidak ada lagi yang perlu saya buktikan; saya juara dunia empat kali dan telah mencapai segalanya sejak gelar pertama. Saya tidak balapan untuk buku sejarah, tapi untuk diri saya sendiri, tim, dan penggemar. Itu sebabnya keputusan ini akhirnya mudah."

Pengakuan ini tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat Verstappen masih berada di puncak performa. Namun, ia juga mengaku tetap menikmati regulasi saat ini meski tidak selalu bertarung memperebutkan kemenangan. "Ya. Tentu akan lebih menyenangkan jika saya menang setiap akhir pekan, tapi mobilnya belum mampu untuk itu," katanya. "Tidak masalah, karena kami berada di jalur yang benar dan kami tim yang solid. Banyak orang datang dan pergi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, jadi beberapa hal perlu disesuaikan, tapi sekarang kami sudah menyatu sebagai satu unit. Semua orang yakin kami akan kembali ke puncak. Kami semua memberikan yang terbaik untuk mencapai tujuan itu – dan itu sangat menyenangkan."
Keputusan Verstappen untuk tetap bertahan juga menjadi kabar baik bagi Red Bull, yang tengah berjuang mengembalikan dominasi setelah era kejayaan beberapa musim terakhir. Kehadiran pembalap berusia 28 tahun itu menjadi fondasi penting dalam proyek jangka panjang tim asal Milton Keynes tersebut.
Meski begitu, bayang-bayang pensiun yang sempat menghantui mungkin akan terus menjadi alarm bagi para penggemar. Verstappen memang tidak pernah main-main dengan kata pensiun, dan pengakuan ini menunjukkan bahwa ia benar-benar mempertimbangkan opsi tersebut. Namun, untuk saat ini, ia masih akan menghiasi grid dan terus menjadi magnet utama di setiap sirkuit.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!