Ketika lampu-lampu di grid mulai menyala, suasana di sirkuit selalu berubah menjadi tegang. Namun, sejak musim ini, ada satu momen tambahan yang kini menjadi bagian dari ritual sebelum balapan dimulai: prosedur pra-start lima detik. Meski awalnya lahir dari kekhawatiran keamanan, kini prosedur tersebut tampaknya akan tetap ada, bahkan setelah isu utamanya sudah teratasi.
Direktur mobil single-seater FIA, Nikolas Tombazis, mengungkapkan bahwa tambahan lima detik dalam prosedur start kemungkinan besar akan tetap digunakan musim depan. Menurutnya, proses ini sudah menjadi bagian yang mapan dalam balapan, dan tidak ada alasan untuk mengubahnya dalam siklus regulasi saat ini.
"Saya pikir lima detik adalah proses yang sudah mapan sekarang, saya tidak melihat mengapa itu akan berubah dalam siklus regulasi ini," ujar Tombazis kepada media, termasuk Motorsport.com. "Ini bukan soal keamanan. Ini lebih kepada perbedaan waktu kedatangan mobil di grid, dan pembalap perlu mempersiapkan diri untuk start yang baik."

Prosedur pra-start ini merupakan kompromi setelah sejumlah tim kesulitan dalam practice start selama tes pramusim di Bahrain. Banyak tim menginginkan waktu lebih untuk memutar turbocharger dan membangun putaran mesin, tetapi Frederic Vasseur dari Ferrari menolak karena turbo kecil milik Scuderia memberi keunggulan kompetitif saat start. Vasseur akhirnya menerima lima detik sebagai batas maksimal, dengan tegas mengatakan, "cukup sudah".
Selain itu, FIA juga telah mengembangkan sistem baru yang disebut "deteksi start daya rendah". Sistem ini dirancang untuk mendeteksi ketika mobil berakselerasi sangat lambat setelah pelepasan kopling, dan secara otomatis mengaktifkan MGU-K untuk memastikan akselerasi minimal. Langkah ini merupakan respons terhadap insiden di Melbourne, di mana Liam Lawson start sangat lambat dan nyaris ditabrak oleh Franco Colapinto.
"Kami telah bekerja pada keselamatan di garis start. Sejak paket Miami dibahas hingga sekarang, kami mengembangkan pemulihan darurat untuk membantu mobil yang start lambat, sehingga tidak berisiko mati mesin," jelas Tombazis. Dengan adanya sistem ini, kekhawatiran utama tentang start lambat sudah teratasi, tetapi prosedur lima detik tetap dipertahankan.
Keputusan ini menunjukkan bahwa FIA tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada keseragaman dan sportivitas balapan. Para pembalap dan tim kini harus beradaptasi dengan ritme baru yang telah menjadi standar di setiap Grand Prix.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!