Pembalap Sergio Perez mengungkapkan minatnya untuk kembali menaklukkan lintasan Nordschleife di Nürburgring setelah menyaksikan performa Max Verstappen dalam ajang 24 Hours akhir pekan lalu. Perez mengaku mengikuti perkembangan jalannya balapan melalui media sosial dan menilai pengalaman berkompetisi di sirkuit tersebut sangat menarik bagi seorang pembalap profesional.
Keterikatan Perez dengan sirkuit tersebut ternyata sudah terjalin sejak lama. Ia mengungkapkan bahwa saat masih berkompetisi di kategori Formula BMW di Jerman, ia sering menggunakan mobil sewaan untuk mencoba satu atau dua lap di Nordschleife. Pengakuan tersebut disertai dengan candaan bahwa ia jarang berhasil membawa pulang mobil sewaan tersebut dalam kondisi utuh, yang menunjukkan tingginya risiko dan tingkat kesulitan teknis di lintasan tersebut.
Di sisi lain, Perez memberikan pembaruan mengenai performa tim Cadillac yang baru saja memulai kampanye musim ini. Meskipun menghadapi regulasi teknis yang sulit, Perez berhasil finis di seluruh empat Grand Prix pertama, dengan hasil tertinggi berada di posisi ke-15 pada seri China. Pencapaian ini menunjukkan stabilitas awal yang cukup solid bagi tim pendatang baru tersebut.

Pada seri Miami sebelumnya, Cadillac meluncurkan paket upgrade pertama mereka. Perez menilai langkah tersebut sebagai kemajuan signifikan, bukan hanya dari segi peningkatan kecepatan murni, tetapi lebih kepada pemahaman tim terhadap karakteristik paket aerodinamika yang baru. Pemahaman terhadap paket teknis ini menjadi fondasi krusial bagi tim untuk terus menambah komponen peningkatan performa di seri-seri berikutnya.
Namun, Perez mengidentifikasi beberapa masalah teknis mendasar yang masih harus dipecahkan. Ia menyebutkan bahwa tim masih kekurangan "pure load" atau beban murni pada kendaraan, serta memiliki sensitivitas balap (race sensitivity) yang kurang optimal. Hal ini berdampak pada keseimbangan chassis yang belum sepenuhnya stabil saat dipacu dalam kondisi balapan yang kompetitif.
Masalah paling kritis yang disorot oleh Perez adalah manajemen ban. Ia menjelaskan bahwa mobil Cadillac saat ini terlalu cepat merusak ban, sehingga mereka hanya mampu bersaing selama beberapa lap sebelum kehilangan grip secara drastis. Fokus utama tim saat ini adalah mengoptimalkan cara ban bekerja dengan permukaan lintasan guna memperpanjang usia pakai ban tanpa mengorbankan kecepatan.
Analisis akhir menunjukkan bahwa Cadillac sedang berada dalam fase pengumpulan data untuk menyempurnakan efisiensi termal ban dan distribusi beban aerodinamika. Bagi Perez, penyelesaian masalah degradasi ban akan menjadi kunci utama bagi tim untuk naik dari papan bawah klasemen Formula 1 dan mulai bersaing memperebutkan poin secara konsisten di setiap seri.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!