Nyck de Vries akhirnya mengakhiri awal musim buruknya dengan kemenangan penting di Formula E Monaco E-Prix 2026. Namun kemenangan pembalap Mahindra tersebut justru dibayangi kontroversi besar akibat penalti berat yang diterima Dan Ticktum pada akhir balapan.
De Vries memulai balapan dari posisi kedua di belakang pole sitter Ticktum dan terus menempel pembalap Cupra Kiro tersebut sepanjang paruh pertama race. Strategi Pit Boost kemudian menjadi titik penentu kemenangan setelah de Vries menjadi salah satu pembalap terdepan pertama yang melakukan mandatory stop pada lap ke-15.
Ketika seluruh pembalap menyelesaikan Pit Boost, de Vries berhasil muncul sebagai pemimpin balapan dan mempertahankan posisi hingga finis. Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Mahindra pada era Gen3 Formula E.

Dari sisi teknis, Monaco kembali memperlihatkan pentingnya strategi energi dan timing Pit Boost dalam Formula E modern. Balapan yang sempit membuat overtake sangat sulit sehingga undercut dan efisiensi energi menjadi faktor utama perebutan posisi.
Balapan sendiri berlangsung sangat kacau sejak awal. Safety car keluar pada lap ketiga setelah Nick Cassidy dan Jake Dennis bertabrakan di Nouvelle Chicane. Cassidy kemudian mendapat penalti waktu 10 detik akibat insiden tersebut.
Drama berlanjut pada lap ke-12 ketika dua mobil Porsche saling bersentuhan dan memaksa Pascal Wehrlein masuk pit untuk perbaikan. Satu lap berikutnya, juara dunia bertahan Oliver Rowland mengalami ban bocor yang langsung menghancurkan peluang poin besarnya.
Menurut laporan RacingNews365, gap antarmobil mulai terbentuk setelah fase Pit Boost selesai, dengan de Vries dan Mitch Evans berhasil menjauh dari rombongan perebutan podium.
Namun momen paling kontroversial terjadi menjelang akhir balapan saat Ticktum dan Antonio Felix da Costa terlibat kontak besar saat bertarung memperebutkan posisi ketiga di Nouvelle Chicane.
Da Costa kehilangan roda akibat benturan tersebut dan langsung berhenti di sisi lintasan. Steward kemudian memutuskan Ticktum sepenuhnya bersalah dan menjatuhkan penalti waktu 33 detik, setara drive-through penalty.
Ticktum sebenarnya sempat finis ketiga di garis akhir, tetapi hukuman tersebut menjatuhkannya ke posisi ke-12. Situasi itu membuat rekan setimnya, Pepe Marti, naik ke podium Formula E pertamanya sepanjang karier.
Kontroversi penalti tersebut kini menjadi salah satu topik terbesar di paddock Formula E Monaco, terutama karena insiden terjadi dalam duel keras di lintasan jalan raya sempit yang dikenal sangat sulit untuk overtaking.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!