SPONSORED

Da Costa Desak FIA Bertindak Usai Drama Monaco E-Prix

Notifikasi
Sportrik Media
Sportrik Media
0
Da Costa Desak FIA Bertindak Usai Drama Monaco E-Prix TO NEWS OVERVIEW
© Getty Images 2026

Antonio Felix da Costa mendesak FIA meningkatkan pengawasan terhadap perilaku pembalap saat balapan setelah insiden kontroversialnya dengan Dan Ticktum pada Formula E Monaco E-Prix 2026.

Insiden besar tersebut terjadi pada lap-lap akhir balapan pertama Monaco ketika kedua pembalap bertarung memperebutkan posisi podium di area Nouvelle Chicane.

Da Costa mencoba melakukan overtaking dari sisi dalam sebelum kontak keras dengan mobil Ticktum membuat ban belakang kanan Jaguar miliknya terlepas setelah menghantam dinding pembatas.

Penalty Besar Ticktum Bayangi Kemenangan de Vries di Monaco
Baca JugaPenalty Besar Ticktum Bayangi Kemenangan de Vries di Monaco

Akibat insiden itu, pembalap Jaguar tersebut langsung gagal finis dan kehilangan peluang besar dalam pertarungan gelar dunia Formula E musim ini.

ADVERTISEMENT

Sementara Ticktum sempat finis ketiga setelah start dari pole position, steward FIA kemudian menjatuhkan penalti drive-through yang dikonversi menjadi penalti waktu 33 detik karena dianggap bergerak saat pengereman dan menyebabkan tabrakan.

Penalti tersebut menjatuhkan pembalap Cupra Kiro itu ke posisi ke-12 hasil akhir.

Berbicara kepada RacingNews365 setelah balapan, da Costa menilai Ticktum sudah melakukan beberapa manuver ilegal sepanjang duel mereka di Monaco.

ADVERTISEMENT

"Selama empat lap dia mengemudi sepenuhnya melanggar aturan, bergerak saat pengereman berkali-kali dalam satu lap," ujar da Costa.

Pembalap Portugal itu mengaku kecewa FIA tidak memberikan peringatan lebih cepat kepada Ticktum sebelum insiden besar akhirnya terjadi.

"Saya tidak ingin dia langsung mendapat penalti. Saya hanya ingin FIA mengatakan bahwa dia tidak boleh terus melakukan itu," jelas da Costa.

ADVERTISEMENT

Dari sisi teknis dan keselamatan, moving under braking memang menjadi salah satu tindakan paling berbahaya dalam balap single-seater modern karena dapat menyebabkan perubahan arah mendadak di area pengereman berat seperti Nouvelle Chicane Monaco.

Da Costa juga menilai FIA perlu lebih proaktif mengendalikan agresivitas pembalap sebelum situasi berkembang menjadi kecelakaan besar yang memengaruhi hasil kejuaraan.

"Ketika ada pembalap yang tidak terkendali dan tidak diberi peringatan, maka hal seperti ini bisa terjadi," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Meski frustrasi kehilangan podium dan poin penting, da Costa tetap menegaskan dirinya tidak menyalahkan agresivitas balapan secara keseluruhan, melainkan cara duel tersebut dikontrol oleh steward.

Insiden Monaco kini diperkirakan akan kembali memicu diskusi besar di paddock Formula E terkait konsistensi stewarding dan batas agresivitas dalam duel wheel-to-wheel pada era Gen3 Evo.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU