Advertisement Sportrik
15s

Pascal Wehrlein Tanggapi Keunggulan Da Costa di Berlin

Notifikasi
Pascal Wehrlein Tanggapi Keunggulan Da Costa di Berlin
© Getty Images 2026

Pascal Wehrlein memasuki Berlin E-Prix 2026 sebagai pemimpin klasemen Formula E, namun tekanan meningkat setelah pernyataan mantan rekan setimnya Antonio Felix da Costa mengenai pemahaman mendalam terhadap operasional Porsche. Seri kandang bagi pabrikan Jerman ini hadir pada fase krusial musim, di mana konsistensi hasil mulai menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar.

Momentum saat ini berpihak pada kubu Jaguar TCS Racing, dengan da Costa meraih dua kemenangan beruntun dan Mitch Evans juga telah mengamankan kemenangan sebelumnya di Miami. Performa ini menunjukkan efisiensi energi dan manajemen balapan Jaguar yang semakin optimal, khususnya dalam fase Attack Mode dan strategi deployment energi di lap akhir.

Meski demikian, Wehrlein menegaskan pendekatan kompetitifnya belum berubah menuju mode konservatif khas perebutan gelar. Pembalap Jerman tersebut tetap mengutamakan maksimalisasi hasil di setiap balapan, dibandingkan mengamankan poin dengan pendekatan defensif. Hal ini mengindikasikan bahwa Porsche masih percaya pada paket teknis mereka, termasuk efisiensi powertrain dan stabilitas rear-end di sirkuit semi-permanen seperti Berlin Tempelhof.

Lucas di Grassi Pensiun, Era Formula E Berakhir
Baca JugaLucas di Grassi Pensiun, Era Formula E Berakhir

"Saya rasa itu datang secara alami. Jika ada peluang untuk memaksimalkan balapan, saya akan selalu mengambilnya. Saat ini belum waktunya untuk berpikir aman atau soal kejuaraan, masih terlalu awal," ujar Wehrlein.

ADVERTISEMENT

Pernyataan da Costa mengenai pemahamannya terhadap struktur internal Porsche menambah dimensi strategis dalam rivalitas ini. Dengan pengalaman tiga musim bersama tim tersebut, pembalap Portugal itu berpotensi memahami pola strategi energi, pendekatan setup, hingga respons tim terhadap skenario balapan yang berubah. Namun Wehrlein menilai situasi tersebut bersifat dua arah, mengingat Porsche juga memiliki data historis lengkap mengenai kekuatan dan kelemahan mantan pembalapnya.

"Itu pertanyaan bagus yang sulit dijawab. Tapi pada saat yang sama, kami juga tahu kekuatan dan kelemahannya," lanjut Wehrlein.

Secara teknis, Berlin E-Prix dikenal sebagai salah satu balapan paling kompleks dalam kalender Formula E, dengan permukaan beton abrasif yang menuntut manajemen ban dan energi secara presisi. Porsche cenderung unggul dalam single-lap pace, namun Jaguar menunjukkan keunggulan dalam efisiensi energi jangka panjang—faktor yang sangat krusial dalam balapan dengan banyak variabel seperti safety car dan full course yellow.

ADVERTISEMENT

Dengan musim mendekati titik tengah, duel antara Wehrlein dan duo Jaguar berpotensi menjadi storyline utama menuju fase penentuan kejuaraan. Hasil di Berlin tidak hanya akan memengaruhi klasemen, tetapi juga arah pengembangan strategi tim dalam sisa musim Gen3, menjelang transisi regulasi di masa depan.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU