Nico Muller mencatatkan kemenangan perdana dalam kariernya di Formula E pada Berlin E-Prix 2026, membawa Porsche finis terdepan di Tempelhof Airport Circuit. Hasil ini menjadi sorotan utama dalam balapan pembuka double-header, sekaligus mengubah dinamika persaingan kejuaraan.
Kemenangan Muller didukung oleh eksekusi strategi energi yang efisien, terutama dalam fase akhir balapan ketika pengelolaan deployment menjadi krusial. Ia mampu mempertahankan posisi dari tekanan Nick Cassidy yang finis kedua untuk Citroen, sementara juara bertahan Oliver Rowland dari Nissan melengkapi podium.
Balapan ini juga berdampak signifikan terhadap klasemen pembalap setelah Pascal Wehrlein mengalami kegagalan akibat puncture, yang menjatuhkannya keluar dari posisi kompetitif. Insiden tersebut membuka peluang bagi Edoardo Mortara dari Mahindra untuk mengambil alih pimpinan klasemen setelah finis keempat.

Di belakangnya, Jake Dennis dari Andretti menutup lima besar, sementara persaingan di posisi tengah menunjukkan kepadatan performa antar tim, termasuk Jaguar dan DS Penske yang terus bersaing dalam efisiensi energi dan strategi Attack Mode.
Berikut hasil lengkap Formula E Berlin E-Prix 2026:
| Pos | Pembalap | Tim |
|---|---|---|
| 1 | Nico Muller | Porsche |
| 2 | Nick Cassidy | Citroen |
| 3 | Oliver Rowland | Nissan |
| 4 | Edoardo Mortara | Mahindra |
| 5 | Jake Dennis | Andretti |
| 6 | Mitch Evans | Jaguar |
| 7 | Pepe Marti | Cupra Kiro |
| 8 | Taylor Barnard | DS Penske |
| 9 | Nyck de Vries | Mahindra |
| 10 | Antonio Felix da Costa | Jaguar |
| 11 | Maximilian Gunther | DS Penske |
| 12 | Sebastien Buemi | Envision |
| 13 | Felipe Drugovich | Andretti |
| 14 | Jean-Eric Vergne | Citroen |
| 15 | Zane Maloney | Lola Yamaha ABT |
| 16 | Joel Eriksson | Envision |
| 17 | Lucas di Grassi | Lola Yamaha ABT |
| 18 | Norman Nato | Nissan |
| 19 | Pascal Wehrlein | Porsche |
| 20 | Dan Ticktum | Cupra Kiro |
Hasil ini menegaskan bahwa konsistensi dan strategi energi tetap menjadi faktor utama di Formula E, terutama di sirkuit seperti Berlin yang menuntut efisiensi tinggi. Dengan perubahan pimpinan klasemen, fokus kini beralih ke balapan kedua di Berlin, yang diperkirakan kembali menghadirkan dinamika berbeda dalam perebutan gelar musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!