WRC, Sportrik Media - Oliver Solberg langsung menempatkan dirinya di puncak klasemen World Rally Championship 2026 setelah tampil dominan dan meraih kemenangan bersejarah di Rally Monte Carlo, membuka musim dengan keunggulan signifikan atas para rival berpengalaman.
Pada usia 24 tahun, Solberg resmi menjadi pemenang termuda Reli Monte Carlo di era WRC modern. Debut penuhnya di kelas utama Rally1 bersama Toyota Gazoo Racing langsung berbuah hasil maksimal, dengan performa matang yang menahan tekanan dari dua rekan setimnya, Elfyn Evans dan legenda reli Sebastien Ogier.
Dominasi Toyota menjadi salah satu cerita utama akhir pekan di Principality. Tim asal Jepang itu menyapu bersih podium 1-2-3 melalui Solberg, Evans, dan Ogier, menegaskan efektivitas paket GR Yaris Rally1 dengan spesifikasi teknis terbaru yang dikembangkan selama musim dingin. Keunggulan teknis tersebut terlihat konsisten di berbagai kondisi ekstrem yang mewarnai reli pembuka musim.
Reli Monte Carlo 2026 sendiri tercatat sebagai salah satu edisi paling menantang dalam beberapa tahun terakhir. Perpaduan salju, es, kabut, dan lumpur yang berubah drastis antar etape menuntut akurasi pacenote serta manajemen risiko yang nyaris sempurna. Solberg mencuri perhatian sejak etape awal, khususnya pada SS2 yang berlangsung dalam kondisi gelap dan bersalju, saat ia mencatatkan waktu 31,1 detik lebih cepat dari rival terdekat untuk merebut kendali reli.
Meski sempat mengalami momen menegangkan di lintasan licin, Solberg mampu menyelamatkan mobilnya dan menjaga konsistensi hingga finis. Kedewasaan dalam pengambilan keputusan menjadi pembeda utama, terutama saat beberapa pembalap lain kehilangan waktu atau terjebak kesalahan kecil yang berujung mahal di Monte Carlo.
Di belakang trio Toyota, Adrien Fourmaux menjadi penopang utama Hyundai Motorsport dengan finis keempat dan mengoleksi 17 poin penting. Rekan setimnya, Thierry Neuville, harus puas di posisi kelima, mengakui kesulitan menemukan rasa percaya diri di lintasan aspal yang berubah-ubah.
Persaingan juga menarik perhatian di kelas pendukung. Di WRC2, Leo Rossel tampil dominan dengan kemenangan telak lebih dari dua menit menggunakan Citroen. Sementara itu, WRC3 menghadirkan kejutan lewat Matteo Fontana, yang selain memenangi kelasnya, juga sempat mencatatkan waktu kompetitif di beberapa etape melawan mobil yang secara teori lebih cepat.
Nama legendaris Lancia turut kembali menghiasi WRC melalui kategori WRC2. Meski belum bersaing untuk kemenangan absolut, performa pembalap seperti Yohan Rossel memberi sinyal positif bagi proyek kebangkitan merek Italia tersebut di level internasional.
Usai Monte Carlo, Solberg memimpin klasemen dengan 30 poin, diikuti Evans dengan 26 poin dan Ogier di posisi ketiga dengan 18 poin. Dengan kalender segera bergerak ke Rally Sweden pada pertengahan Februari, reli salju murni itu akan menjadi ujian penting berikutnya untuk mengukur konsistensi Solberg serta keseimbangan kekuatan antara Toyota dan Hyundai di awal musim 2026.









Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!