Formula 1, Sportrik Media - Oracle Red Bull Racing memutuskan tidak turun lintasan pada hari ketiga shakedown Formula 1 2026 di Barcelona setelah insiden yang melibatkan Isack Hadjar saat menguji RB22 di Circuit de Barcelona-Catalunya.
Tim berbasis Milton Keynes tersebut telah menyelesaikan program lintasan pada dua hari pertama shakedown, Senin dan Selasa, dengan fokus pada validasi awal paket teknis mobil di bawah regulasi baru. Namun, sesi Selasa sore terganggu ketika Hadjar keluar lintasan dan menghantam pembatas di Tikungan 14, memaksa tim menghentikan aktivitas lebih lanjut.
Insiden tersebut langsung memicu evaluasi menyeluruh terhadap kondisi mobil, terutama pada struktur suspensi dan komponen aerodinamika bagian belakang. Mengingat keterbatasan regulasi uji coba FIA Formula 1 World Championship, di mana setiap tim hanya diperbolehkan menjalani tiga hari tes dalam pekan ini, Red Bull kini menyisakan satu hari uji coba sebelum bergeser ke tes berikutnya di Bahrain.
Keputusan untuk tidak menjalankan mobil pada hari Rabu dikonfirmasi setelah tim melakukan penilaian teknis lanjutan pada RB22. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada dampak struktural tersembunyi yang berpotensi mengganggu program pengembangan jangka menengah menjelang tes resmi berikutnya di Bahrain International Circuit.
“Kami akan mempertimbangkan dengan sangat hati-hati kapan kami akan kembali ke lintasan,” ujar prinsipal tim Laurent Mekies setelah sesi Selasa berakhir.
“Kondisinya sangat rumit sore ini, jadi sangat disayangkan harus berakhir seperti itu, tetapi ini bagian dari dinamika pengujian.”
Meski kehilangan satu hari lintasan, Mekies menegaskan bahwa pekan shakedown ini tetap memberikan fondasi positif bagi Red Bull. Ia menyoroti jumlah lap signifikan yang berhasil diselesaikan Hadjar pada hari sebelumnya, serta kualitas umpan balik teknis yang diberikan kepada para insinyur.
“Kesulitan ini datang setelah hari yang sangat, sangat positif kemarin, baik dari sisi jumlah lap yang bisa diselesaikan Isack, maupun proses pembelajaran dan pengembangan dirinya,” tambah Mekies.
Dengan satu hari tes tersisa sebelum fase pengujian di Bahrain, Red Bull kini dihadapkan pada tekanan untuk memaksimalkan waktu lintasan yang terbatas. Cara tim memulihkan momentum teknis dan memastikan reliabilitas mobil akan menjadi faktor krusial dalam menentukan kesiapan mereka menghadapi awal musim Formula 1 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!