Advertisement Sportrik
15s

Oliver Bearman Tegaskan Bukan Pembalap Kotor di F1 2026

Oliver Bearman Tegaskan Bukan Pembalap Kotor di F1 2026
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Oliver Bearman menegaskan dirinya bukan pembalap “kotor” meski memasuki Grand Prix Australia 2026 dengan posisi yang cukup berisiko karena hampir mencapai batas larangan balapan akibat akumulasi poin penalti.

Pembalap Haas tersebut menutup musim lalu dengan tambahan satu poin penalti setelah insiden pada Grand Prix Abu Dhabi 2025 ketika bertarung dengan pembalap Aston Martin, Lance Stroll.

Dalam duel tersebut, Bearman dinilai melakukan lebih dari satu perubahan arah ketika mempertahankan posisi. Steward menjatuhkan penalti waktu lima detik sekaligus satu poin pada super licence FIA miliknya.

Adrian Newey Prediksi Aston Martin Bisa Bangkit di F1 2026
Baca JugaAdrian Newey Prediksi Aston Martin Bisa Bangkit di F1 2026

Akibat keputusan tersebut, jumlah poin penalti Bearman dalam periode 12 bulan terakhir meningkat menjadi 10 poin, hanya dua poin dari batas maksimal 12 poin yang secara otomatis memicu larangan balapan satu seri menurut regulasi FIA.

ADVERTISEMENT

Artinya, pembalap asal Inggris itu harus melewati beberapa balapan berikutnya tanpa tambahan penalti sebelum sebagian poinnya kadaluarsa. Jika kalender berjalan sesuai rencana, poin penalti tersebut baru akan mulai berkurang pada pertengahan akhir pekan Grand Prix Kanada.

Situasi tersebut membuat Bearman harus menjalani hingga enam grand prix berikutnya tanpa kesalahan serius, meskipun jadwal tersebut masih bergantung pada apakah balapan di Bahrain dan Arab Saudi dapat berlangsung di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah.

Meski berada dalam posisi yang sensitif, Bearman menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah gaya balapnya secara drastis.

ADVERTISEMENT

“Tidak, itu tidak mengubah apa pun bagi saya.”

“Kami sebagai para pembalap sudah sepakat dengan FIA bahwa tahun lalu poin penalti cukup mudah diberikan.”

Menurut Bearman, para pembalap merasa sistem penalti seharusnya tidak selalu diterapkan untuk setiap pelanggaran kecil yang terjadi selama balapan.

ADVERTISEMENT

“Sebagai kelompok pembalap, kami menyimpulkan bahwa poin penalti tidak seharusnya diberikan untuk setiap pelanggaran.”

Meski demikian, pembalap berusia 20 tahun tersebut menyadari sepenuhnya bahwa posisinya saat ini cukup berbahaya.

“Tentu saja saya tahu bahwa saya berada di batas, dan tentu saja saya tidak ingin mendapat larangan balapan.”

ADVERTISEMENT

“Saya harus tetap mengingat itu, jelas.”

Sistem poin penalti pada super licence FIA menjadi sorotan dalam beberapa musim terakhir. Jika seorang pembalap mengumpulkan 12 poin dalam periode 12 bulan, ia akan otomatis menerima larangan mengikuti satu balapan.

Kasus pertama terjadi pada musim 2024 ketika pembalap Haas saat itu, Kevin Magnussen, terkena larangan balapan setelah mencapai batas tersebut. Situasi itu justru membuka jalan bagi Bearman untuk melakukan debutnya bersama Haas di Formula 1.

ADVERTISEMENT

Bearman sendiri mengakui bahwa sebagian poin penalti yang ia kumpulkan musim lalu berasal dari kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Pada Grand Prix Monako, ia menerima dua poin penalti karena menyalip Carlos Sainz di bawah kondisi bendera merah saat sesi latihan terakhir.

Empat poin tambahan datang pada Grand Prix Inggris di Silverstone setelah ia gagal mematuhi prosedur bendera merah selama sesi latihan bebas ketiga.

ADVERTISEMENT

Kemudian dua poin lagi dijatuhkan setelah insiden tabrakan dengan pembalap Williams, Sainz, pada Grand Prix Italia.

Bearman mengakui bahwa beberapa insiden tersebut merupakan kesalahan yang tidak perlu terjadi.

“Saya memang kehilangan beberapa poin dengan cara yang cukup bodoh tahun lalu.”

“Terutama insiden bendera merah di Monaco dan Silverstone. Itu adalah kesalahan, dan saya sepenuhnya menerimanya.”

Menurut Bearman, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting dalam tahap awal kariernya di Formula 1.

“Kesalahan-kesalahan itu tidak akan saya ulangi lagi. Saya belajar dengan cara yang sulit.”

Ia juga merasa telah berkembang secara signifikan dalam hal kedewasaan dan pengalaman dibandingkan satu tahun lalu.

“Saya jauh lebih matang dan berpengalaman dibandingkan 12 bulan lalu, bahkan dibandingkan enam bulan lalu.”

“Itu adalah perkembangan yang normal bagi seorang pembalap.”

Dengan tekanan tambahan dari ancaman larangan balapan, Grand Prix Australia di sirkuit jalan raya Albert Park akan menjadi ujian penting bagi Bearman untuk membuktikan bahwa ia dapat tetap agresif di lintasan tanpa kembali terjebak dalam situasi yang merugikan dirinya sendiri maupun tim.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU