Sirkuit Ayrton Senna di Goiania kembali menghadapi masalah infrastruktur setelah kerusakan aspal baru ditemukan usai MotoGP Brasil 2026. Permasalahan tersebut memaksa pengelola menutup kembali lintasan pada Juni mendatang untuk pekerjaan perbaikan tambahan, hanya beberapa minggu setelah rangkaian renovasi sebelumnya selesai dilakukan menyusul berbagai insiden selama akhir pekan grand prix.
Kembalinya MotoGP ke Brasil untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade semula diharapkan menjadi momentum penting bagi ekspansi kejuaraan ke pasar Amerika Selatan. Namun penyelenggaraan di Sirkuit Ayrton Senna Goiania justru diwarnai berbagai persoalan teknis yang menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan fasilitas dan proses homologasi lintasan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Goiania menyebabkan sejumlah area paddock dan lintasan mengalami genangan pada hari pertama aktivitas. Situasi kemudian memburuk ketika sesi Sprint harus ditunda cukup lama akibat munculnya lubang amblas di lintasan utama. Kerusakan tersebut memerlukan perbaikan darurat sebelum balapan dapat dilanjutkan.

Masalah lain muncul menjelang start grand prix utama ketika permukaan aspal di sektor Tikungan 11 dan 12 mulai terkelupas. Demi alasan keselamatan, penyelenggara memutuskan memangkas jarak balapan hanya beberapa saat sebelum lampu start padam. Investigasi pasca-balapan menemukan bahwa lubang amblas di lintasan utama dipicu kerusakan sistem pembuangan air lama yang terdampak curah hujan tinggi, sementara kerusakan permukaan aspal disebabkan proses curing yang tidak berlangsung sempurna.
Setelah MotoGP berakhir, lintasan ditutup lebih dari satu bulan untuk menjalani program perbaikan menyeluruh. Bahkan satu putaran lokal Porsche Cup terpaksa ditunda hingga akhir musim. Harapannya, pekerjaan tersebut mampu menghilangkan seluruh permasalahan sebelum sirkuit kembali digunakan untuk kompetisi nasional.
Namun balapan Stock Car Brasil yang digelar pekan lalu justru mengungkap masalah baru. Menurut laporan media lokal O Popular, kerusakan kembali muncul terutama di area Tikungan 5. Temuan tersebut membuat pemerintah daerah dan pengelola lintasan memutuskan untuk kembali menghentikan operasional sirkuit guna melakukan pekerjaan tambahan pada lapisan aspal.
Sekretaris Negara Bagian untuk Olahraga dan Rekreasi, Welington Peixoto, menjelaskan bahwa proses perbaikan sebenarnya hanya memerlukan beberapa hari. Namun ia menegaskan bahwa faktor terpenting adalah waktu yang dibutuhkan aspal untuk mengeras secara sempurna. Menurutnya, kegagalan proses curing pada pekerjaan sebelumnya menjadi penyebab utama terjadinya degradasi permukaan lintasan dalam waktu singkat.
Kasus Goiania juga memunculkan sorotan terhadap proses homologasi yang dilakukan oleh FIM. Sejumlah pembalap, termasuk Toprak Razgatlioglu, sebelumnya mendukung gagasan agar MotoGP menggelar tes resmi di sirkuit baru sebelum digunakan untuk balapan kejuaraan dunia. Dengan MotoGP Brasil dijadwalkan kembali masuk kalender musim depan dan hadirnya putaran baru di Argentina, evaluasi terhadap standar inspeksi dan kesiapan lintasan diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama menjelang musim berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!