Marc Marquez menegaskan dirinya akan menjalani comeback dengan pendekatan hati-hati pada MotoGP Mugello 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera kaki dan operasi saraf radial. Pembalap Ducati Lenovo Team itu menyebut fokus utamanya akhir pekan ini bukan langsung mengejar hasil maksimal, melainkan mengevaluasi kondisi fisik dan respons tubuhnya saat kembali mengendarai Desmosedici GP.
Marquez mengalami patah tulang kaki saat Sprint Race Le Mans dan memilih melewatkan seri Catalunya untuk mempercepat proses pemulihan. Cedera tersebut juga membuat juara dunia bertahan itu memajukan operasi bahu yang sebelumnya dirahasiakan guna mengatasi compressed radial nerve pada lengannya. Kini, setelah kembali menjalani latihan normal dalam beberapa hari terakhir, Marquez dijadwalkan kembali balapan di Mugello dengan syarat lolos pemeriksaan medis FIA MotoGP pada Kamis.

Situasi ini menjadi tantangan penting bagi Ducati karena Mugello merupakan salah satu seri kandang terpenting mereka musim ini. Trek berkarakter high-speed tersebut dikenal sangat menuntut fisik pembalap, terutama pada area pengereman cepat, perubahan arah agresif, dan tekanan besar saat akselerasi keluar tikungan menggunakan paket aerodinamika modern MotoGP.

“Pemulihan berjalan sesuai rencana. Dalam beberapa hari terakhir saya sudah kembali berlatih secara normal dan saya akan turun ke lintasan terutama untuk menguji feeling serta kondisi fisik saya di atas Desmosedici GP,” kata Marquez.
“Kedua operasi berjalan dengan baik, tetapi kami tetap proceeding with all due caution dan masih menunggu pemeriksaan medis terakhir di sirkuit. Mugello adalah trek luar biasa, tetapi juga sangat menuntut. Dukungan para Ducatisti akan menjadi motivasi tambahan.”
Comeback Marquez juga datang di tengah situasi klasemen yang tidak ideal bagi tim pabrikan Ducati. Setelah rangkaian hasil tidak konsisten sejak awal musim, Marquez dan rekan setimnya Francesco Bagnaia kini hanya berada di posisi kedelapan dan kesembilan klasemen sementara. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan Ducati untuk segera mengembalikan momentum sebelum paruh musim dimulai.
Sebelum dominasi Marquez musim lalu di Mugello, Bagnaia merupakan penguasa utama seri Italia dengan tiga kemenangan beruntun sejak 2022. Pembalap Italia itu juga datang dengan motivasi tinggi setelah membantu Ducati meraih podium pertama musim ini di Catalunya meski sempat mengalami benturan keras pada pergelangan tangan dan leher akibat insiden lap pertama bersama Johann Zarco.
“MotoGP Italia di Mugello selalu menjadi momen spesial musim ini. Trek ini salah satu yang terbaik di kalender dan ketika Anda melaju cepat di sini, ada sensasi berbeda,” ujar Bagnaia.
“Kami terus bekerja keras bersama tim. Podium di Barcelona terasa spesial bagi seluruh kru, terutama setelah hari yang sangat sulit dengan begitu banyak insiden.”
Bagi Ducati, Mugello kini bukan hanya soal hasil kandang, tetapi juga momentum teknis dan psikologis untuk menghidupkan kembali perebutan gelar. Dengan karakter sirkuit yang sangat mengutamakan stabilitas pengereman, akselerasi, dan efisiensi aerodinamika, performa Marquez pasca cedera akan menjadi indikator penting terhadap kondisi fisiknya sekaligus arah perkembangan Desmosedici GP pada fase berikutnya musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!