SPONSORED

MotoGP Ingin Terapkan Budget Cap ala F1, Ini Alasannya

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
MotoGP Ingin Terapkan Budget Cap ala F1, Ini Alasannya TO NEWS OVERVIEW
MotoGP Ingin Terapkan Budget Cap ala F1, Ini Alasannya

Carlos Ezpeleta, Direktur Olahraga MotoGP, menegaskan bahwa pihak penyelenggara sangat ingin memperkenalkan budget cap atau batas pengeluaran tim, mengikuti jejak Formula 1. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan dan daya tarik kompetisi bagi para pabrikan.

Ledakan popularitas yang dialami Formula 1 dalam lima tahun terakhir sering disebut sebagai fenomena unik dalam sejarah olahraga. Salah satu faktor kunci yang membuat F1 begitu menarik bagi pabrikan adalah profitabilitasnya, yang tidak lepas dari penerapan budget cap sejak 2021. Batas pengeluaran yang awalnya $145 juta itu kemudian dinaikkan menjadi $215 juta menjelang regulasi 2026.

Sebelum budget cap diperkenalkan, tim-tim dengan dana besar seperti Mercedes, Ferrari, dan Red Bull menghabiskan lebih dari i300 juta per tahun. Penerapan batas tersebut membuat tim dan pabrikan mulai menghasilkan surplus, menjadikan F1 sebagai ajang yang sempurna bagi pendatang baru seperti Audi dan Cadillac.

MotoGP Ingin Terapkan Budget Cap ala F1 untuk Tekan Biaya Tim
Baca JugaMotoGP Ingin Terapkan Budget Cap ala F1 untuk Tekan Biaya Tim

Dengan preseden itu, manajemen puncak MotoGP, termasuk Ezpeleta, bertekad menempuh strategi serupa. "Dari sisi penyelenggara, kami benar-benar ingin mengejar budget cap, dan kami sudah sangat jelas kepada para pabrikan tentang hal itu. Penting untuk membawa tingkat rasionalitas dalam cara kami bekerja," ujar Ezpeleta kepada Autosport.

ADVERTISEMENT

Ezpeleta mengakui bahwa penerapan budget cap di MotoGP akan jauh lebih rumit dibanding F1. "Ini akan sangat sulit untuk dicapai. Sangat ambisius karena pabrikan sangat terhubung dengan pabrik mereka, dan semuanya memiliki realitas, asal-usul, dan struktur organisasi yang berbeda. Ini sesuatu yang harus kami pelajari, tetapi di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Saya yakin kami akan sampai di sana. Kami tidak pernah memiliki budget cap di MotoGP karena tidak pernah ada kebutuhan untuk itu," tambahnya.

Perbedaan realitas antara Honda dan Aprilia, masing-masing sebagai pengeluaran terbesar dan terkecil, sangat kontras. Honda diperkirakan menghabiskan sekitar i80 juta untuk aktivitas MotoGP, sementara anggaran Aprilia hanya sekitar seperempatnya, yakni i20 juta. Namun, justru Aprilia yang memimpin klasemen, dengan tiga pembalapnya di papan atas, sementara Honda tertahan di posisi ke-10 melalui Luca Marini.

Menurut Ezpeleta, ini menunjukkan bahwa masalah di MotoGP bukan di lintasan. "Ada satu catatan yang menurut saya sangat penting: kami tidak punya masalah di lintasan. Kami sekarang melihat beberapa pabrikan dengan anggaran lebih rendah justru tampil lebih baik dari yang lain," tegasnya. Dalam negosiasi komersial lima tahun ke depan, usulan untuk mengurangi biaya dengan menghapus satu motor per pembalap saat tes telah ditolak. Ezpeleta menutup dengan optimisme: "Kami memiliki peluang di depan kami. Saya pikir beberapa pabrikan memiliki ruang signifikan untuk mengurangi anggaran mereka."

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU