Advertisement Sportrik
15s

Miguel Oliveira Ungkap Perbedaan Pirelli vs Michelin MotoGP 2027

Notifikasi
Miguel Oliveira Ungkap Perbedaan Pirelli vs Michelin MotoGP 2027
© Gold & Goose

MotoGP, Sportrik Media - Miguel Oliveira memberikan penjelasan teknis mengenai perbedaan karakter ban antara Pirelli dan Michelin menjelang perubahan besar MotoGP 2027, berdasarkan pengalamannya di World Superbike Championship.

Peralihan pemasok ban dari Michelin ke Pirelli mulai musim 2027 menjadi salah satu perubahan teknis paling signifikan dalam regulasi MotoGP modern. Sementara sebagian besar pembalap masih menggunakan Michelin, Oliveira memiliki keuntungan pengalaman langsung setelah berpindah ke WorldSBK bersama BMW Motorrad Motorsport. Adaptasi tersebut memberinya pemahaman mendalam mengenai perilaku ban Pirelli dalam kondisi balap nyata.

Dalam penjelasannya di TT Circuit Assen, Oliveira menyoroti perbedaan utama pada ban depan Pirelli yang memiliki jendela kerja temperatur jauh lebih luas dibanding Michelin. Ia menegaskan bahwa ban depan Pirelli tetap stabil dalam berbagai kondisi suhu lintasan, sehingga memberikan konsistensi performa yang lebih tinggi bagi pembalap.

Klasemen WorldSBK 2026: Nicolo Bulega Makin Dominan
Baca JugaKlasemen WorldSBK 2026: Nicolo Bulega Makin Dominan

“Hal terbesar dari Pirelli adalah jendela kerja ban depan sekitar 40 derajat. Bahkan jika lintasan berada di 10 derajat atau 40 derajat, ban tetap akan mencapai suhu kerja dan stabil di sana,” ujar Oliveira, dikutip dari Motomatters.

ADVERTISEMENT

Karakter ini berbanding dengan Michelin yang dikenal lebih sensitif terhadap perubahan tekanan dan temperatur, terutama pada ban depan. Dalam beberapa musim terakhir, regulasi tekanan minimum Michelin menjadi isu strategis penting di MotoGP karena berdampak langsung pada performa, khususnya saat pembalap berada dalam kondisi slipstream atau udara kotor dari motor di depan.

Direktur balap Pirelli, Giorgio Barbier, sebelumnya juga menjelaskan bahwa konstruksi ban mereka berbeda secara fundamental dari Michelin. Perbedaan ini mencakup karkas, dimensi, hingga kompon, yang secara langsung memengaruhi bagaimana tekanan bekerja selama balapan.

“Struktur kami berbeda, begitu juga dengan kompon dan dimensi. Itu berarti cara tekanan bekerja di dalam ban juga berbeda. Kami kemungkinan akan menggunakan tekanan kerja yang lebih tinggi,” kata Barbier kepada Crash.net.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Oliveira menyoroti sensasi unik dari ban belakang Pirelli yang terasa lebih fleksibel dibanding Michelin. Ia menggambarkan bahwa dukungan grip tidak hanya berasal dari kekakuan karkas, tetapi juga dari interaksi antara udara dan kompon ban, yang menghasilkan karakter berbeda saat akselerasi dan transisi tikungan.

Pengalaman tersebut membuat Oliveira menyimpulkan bahwa proses adaptasi tidak bersifat simetris. Ia menilai perpindahan dari Pirelli ke Michelin relatif lebih mudah dibandingkan sebaliknya, yang mengindikasikan tantangan besar bagi pembalap MotoGP saat mulai menggunakan Pirelli.

“Dari pengalaman saya, lebih mudah berpindah dari Pirelli ke Michelin dibanding dari Michelin ke Pirelli,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Data tambahan dari tim WorldSBK juga memperkuat analisis tersebut. Mereka menyatakan bahwa performa ban Pirelli tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi tekanan akibat slipstream. Perubahan tekanan antara 2.1 hingga 2.4 bar tidak memberikan dampak signifikan terhadap performa motor, berbeda dengan Michelin yang memiliki batas tekanan minimum ketat, yakni 1.8 bar untuk depan dan 1.68 bar untuk belakang.

Uji coba pertama ban Pirelli spesifikasi MotoGP 2027 dijadwalkan berlangsung pada tes pasca-balapan di Automotodrom Brno pada Juni mendatang. Tes ini akan menjadi titik awal adaptasi bagi seluruh pembalap grid MotoGP sebelum perubahan regulasi resmi diterapkan.

Di sisi lain, Michelin akan mengambil alih peran sebagai pemasok tunggal di WorldSBK mulai musim depan, menandai pertukaran strategis antara dua produsen ban utama di kejuaraan dunia balap motor.

ADVERTISEMENT

Perubahan ini diperkirakan akan berdampak luas, tidak hanya pada performa pembalap tetapi juga pendekatan teknis tim, pengembangan motor, serta strategi balapan secara keseluruhan. Dengan karakteristik ban yang berbeda secara mendasar, musim 2027 berpotensi menghadirkan dinamika kompetitif baru yang akan mulai terlihat sejak fase pengujian pertengahan musim ini.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU