Max Verstappen mengungkap masalah serius yang dialaminya selama Sprint Qualifying Formula 1 Grand Prix Kanada 2026 setelah hanya mampu menempati posisi ketujuh di Circuit Gilles Villeneuve. Pembalap Red Bull Racing itu mengaku kesulitan mengendalikan RB22 akibat perilaku mobil yang tidak stabil di atas permukaan lintasan bergelombang, bahkan sampai membuat kakinya terlepas dari pedal saat melaju.
Hasil tersebut menjadi salah satu performa kualifikasi paling sulit bagi Verstappen musim ini. Sepanjang sesi, juara dunia empat kali itu beberapa kali terdengar menyampaikan keluhan melalui radio tim terkait keseimbangan bagian belakang mobil. Situasi tersebut membuatnya nyaris gagal lolos dari SQ2 sebelum akhirnya berhasil mengamankan tempat di sesi penentuan dan menyelesaikan Sprint Qualifying di posisi ketujuh.
Menurut Verstappen, masalah utama bukan sekadar kurangnya kecepatan, melainkan karakteristik mobil yang terlalu sulit diprediksi saat melewati area bergelombang di Montreal. Permukaan lintasan Circuit Gilles Villeneuve memang dikenal memiliki sejumlah titik pengereman keras dan transisi kerb agresif yang dapat memperbesar efek pantulan serta mengganggu stabilitas kendaraan.

Dalam laporan yang dikutip dari RacingNews365, Verstappen menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuatnya tidak mampu mengaplikasikan tenaga secara konsisten saat keluar tikungan. Akibatnya, kepercayaan dirinya untuk menyerang waktu putaran terbaik ikut menurun dibanding rival-rival utamanya.
"I'm not surprised, just my feeling in the car was not very good."
"I was struggling a lot with just the ride of the car, so all over the bumps, I couldn't put my foot down."
"Actually, my feet were even flying off the pedals, just made it very difficult to be consistent and that's something that we need to investigate."
Pernyataan tersebut memberikan gambaran lebih rinci mengenai masalah yang sedang dihadapi Red Bull. Dalam kondisi normal, pembalap Formula 1 harus mampu menjaga tekanan yang sangat presisi pada pedal akselerator dan rem. Ketika pantulan mobil cukup besar hingga mengganggu posisi kaki pengemudi, maka konsistensi pengiriman tenaga, pengereman, dan keseimbangan mobil dapat terdampak secara langsung.
Tantangan bagi Red Bull semakin besar karena regulasi parc ferme membatasi perubahan setup setelah Sprint Qualifying selesai. Artinya, Verstappen harus menjalani Sprint Race dengan konfigurasi mobil yang pada dasarnya sama seperti saat sesi kualifikasi berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi membuat pembalap Belanda itu kembali menghadapi kendala yang sama ketika lampu start padam.
Meski demikian, Verstappen masih berharap tim dapat memahami akar permasalahan yang terjadi sebelum sesi kualifikasi utama Grand Prix Kanada. Fokus utama Red Bull saat ini kemungkinan akan tertuju pada analisis data suspensi, ride height, karakteristik lantai mobil, serta respons aerodinamika saat mobil melewati permukaan lintasan yang tidak rata.
"It was not great."
"We were stuck with that for the sprint but [there are] some other things to understand, and hopefully that will then be a bit better for quali."
Keluhan Verstappen muncul di saat persaingan kejuaraan dunia semakin ketat. Setelah Mercedes mendominasi Sprint Qualifying melalui George Russell dan Kimi Antonelli, sementara McLaren juga menunjukkan kecepatan kompetitif melalui Lando Norris dan Oscar Piastri, Red Bull menghadapi pekerjaan rumah penting untuk mengembalikan RB22 ke performa terbaiknya. Jika masalah yang dikeluhkan Verstappen tidak segera ditemukan solusinya, peluang tim untuk bersaing memperebutkan kemenangan di Montreal dapat semakin terancam sepanjang sisa akhir pekan GP Kanada 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!