Martin Brundle Tak Terkejut dengan Awal Kuat Red Bull Powertrains di F1 2026

© Red Bull Content Pool
© Red Bull Content Pool

Martin Brundle mengaku tidak terkejut dengan kesan awal yang ditunjukkan Red Bull Powertrains pada debutnya di Formula 1, menyusul apa yang ia saksikan langsung saat mengunjungi fasilitas departemen tersebut bersama mantan prinsipal tim Christian Horner.

Menjelang musim 2026, terdapat tanda tanya besar mengenai kesiapan Red Bull dalam mengembangkan power unit internalnya sendiri untuk pertama kalinya dalam sejarah 20 tahun tim tersebut di Formula 1. Namun, setelah empat hari pertama pengujian di Circuit de Barcelona-Catalunya, Red Bull dan tim saudaranya, Racing Bulls, telah mencatatkan lebih dari 500 lap gabungan, sebuah indikator awal yang solid dari sisi reliabilitas.

Capaian tersebut mengejutkan banyak pihak di paddock, mengingat kompleksitas regulasi baru 2026. Namun bagi Brundle, mantan pembalap Formula 1 sekaligus komentator Sky Sports, performa awal Red Bull Powertrains justru sesuai dengan ekspektasinya.

“Mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik, bukan?” ujar Brundle saat berbicara di Sky Sports F1.

“Saya ingat Christian Horner mengajak saya berkeliling pabrik mesin mereka lebih dari satu setengah tahun lalu, dan saya langsung berpikir, ‘Astaga, ini luar biasa!’”

Brundle menekankan bahwa skala investasi dan kualitas fasilitas Red Bull Powertrains membuatnya yakin bahwa proyek ini tidak dimulai dari titik nol, meski secara teknis mereka baru pertama kali membangun power unit Formula 1 sendiri.

“Skalanya, jumlah orang, fasilitasnya, dyno yang mereka miliki di sana,” lanjutnya.

“Jadi sejujurnya, saya tidak terlalu terkejut. Memang mereka baru di power unit Formula 1, tetapi mereka memiliki banyak orang hebat, sumber daya besar, dan fasilitas yang luar biasa.”

Dalam analisis yang lebih luas, Brundle menilai bahwa Mercedes saat ini masih memegang “keunggulan awal”, setelah mencatat sekitar 500 lap sendiri dalam tiga hari pengujian yang diizinkan. Keunggulan tersebut diperkuat oleh fakta bahwa Mercedes akan memasok power unit kepada tiga tim lain, yakni McLaren, Alpine, dan Williams, meski Williams absen dari pengujian pekan ini.

Dengan adanya lebih banyak tim pengguna, Mercedes diperkirakan akan memperoleh aliran data yang jauh lebih besar, mempercepat proses pembelajaran dan pengembangan.

“Ferrari juga terlihat cukup solid,” kata Brundle.

“Menurut saya, tim yang menghadapi tantangan terbesar adalah Aston Martin dengan Honda, karena hanya satu tim, dan Audi, yang juga hanya satu tim.”

Menurut Brundle, dalam konteks regulasi baru, jumlah tim pengguna power unit menjadi faktor strategis yang sangat penting dalam mempercepat pemahaman sistem.

“Setidaknya Red Bull memiliki dua tim dengan power unit yang sama, dan Mercedes pada akhirnya akan memiliki empat tim yang mengumpulkan data,” jelasnya.

“Kapasitas pembelajaran mereka, laju peningkatannya, akan lebih tinggi. Itu pertanda sangat baik bagi tim-tim tersebut ke depannya.”

Secara keseluruhan, Brundle mengaku merasa lega dengan apa yang ia lihat selama fase awal pengujian, terutama jika dibandingkan dengan kekacauan yang terjadi pada 2014, ketika Formula 1 pertama kali memperkenalkan power unit hybrid.

“Mengingat ini jelas merupakan perubahan terbesar dalam sejarah Formula 1, baik dari sisi power unit maupun sasis, termasuk aerodinamika aktif, kami semua memperkirakan akan ada banyak masalah,” ujarnya.

“Kita semua masih ingat 2014, ketika mesin hybrid baru diperkenalkan dan mobil-mobil bahkan kesulitan keluar dari garasi, atau langsung rusak ketika sudah di lintasan.”

Menurut Brundle, stabilitas awal yang ditunjukkan pada 2026 justru mencerminkan level investasi dan kualitas sumber daya manusia yang kini dimiliki Formula 1.

“Ini mengingatkan Anda pada besarnya investasi di Formula 1, kualitas orang-orangnya, dan fasilitas yang mereka miliki,” lanjutnya.

“Mobil-mobil sekarang sangat kompleks, tetapi mereka bisa langsung datang dan melaju di lintasan.”

Brundle menutup penilaiannya dengan pujian terhadap kesiapan tim-tim menghadapi era baru, menegaskan bahwa fondasi awal musim 2026 terlihat jauh lebih solid dibandingkan perubahan regulasi besar sebelumnya.

“Saya sangat terkesan dengan bagaimana tim-tim ini secara umum sudah menyiapkan semuanya dan langsung bekerja dengan baik,” pungkasnya.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG