Marc Marquez tampil gemilang di Grand Prix San Marino, Minggu (7/9), dengan meraih kemenangan setelah sebelumnya memenangi sprint race sehari sebelumnya. Kemenangan ini membawanya menyamai perolehan poin pemuncak klasemen sementara, menandai babak baru dalam perburuan gelar MotoGP musim ini.
Balapan berlangsung sengit sejak awal. Marco Bezzecchi dari Aprilia memulai dari pole position dan langsung memimpin di tikungan pertama, diikuti oleh Marquez. Namun, nasib buruk menimpa Bezzecchi di Tikungan 12 ketika ia kehilangan kendali atas RS GP-25 dan terjatuh, menghancurkan harapannya untuk meraih poin besar. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi ambisinya meraih gelar, karena ia tertinggal 33 poin dari Marquez dan Martin.
Di belakang, Jorge Martin yang start dari posisi kelima langsung melesat ke posisi ketiga setelah melewati Fermin Aldeguer dan Fabio Di Giannantonio. Martin sempat memimpin balapan pada Lap 7, namun Marquez berhasil merebut kembali posisi terdepan di tikungan terakhir Lap 12. Sayangnya, Martin mulai kehilangan pace karena masalah arm pump dan harus puas finis di posisi kelima.

Kemenangan Marquez semakin sempurna dengan finisnya sang adik, Alex Marquez, di posisi kedua, menciptakan one-two bagi keluarga Marquez. Pedro Acosta melengkapi podium di posisi ketiga, diikuti Aldeguer dan Martin. Sementara itu, Francesco Bagnaia kembali mengalami nasib nahas dengan DNF keempat dalam lima balapan terakhir setelah terjatuh di Tikungan 2 saat berada di posisi kesembilan.
“Kami menjalani balapan yang bagus dan saya senang, apalagi Misano adalah kandang Ducati, tapi ini balapan yang berat,” ujar Marquez. “Ketika saya melihat Bezzecchi jatuh, saya mengubah rencana dan mungkin sedikit terlalu santai. Perlahan-lahan saya kembali ke pace terbaik dan merasa seperti kemarin. Di paruh kedua, saya mencoba mengelola keunggulan dan ketika Alex mendekat, saya mulai mendorong lagi.”
Dengan hasil ini, Marquez kini berbagi puncak klasemen dengan Martin, sementara Bezzecchi tertinggal jauh. Persaingan gelar semakin memanas menjelang seri berikutnya di Austria, di mana Bagnaia berharap dapat mengubah momentum musimnya yang sulit.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!