SPONSORED

Marquez Mengejar Sejarah: 10 Gelar Dunia di Depan Mata

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
Marquez Mengejar Sejarah: 10 Gelar Dunia di Depan Mata
TO NEWS OVERVIEW
Marquez Mengejar Sejarah: 10 Gelar Dunia di Depan Mata

Marc Marquez kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa. Kemenangan di Misano membuatnya kini memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 274 poin, sama dengan Jorge Martin, namun unggul jumlah kemenangan. Yang lebih menarik, jika ia mampu mempertahankan dominasi hingga akhir musim, ia akan meraih gelar dunia ke-10 dan melampaui sembilan gelar Valentino Rossi.

Perjalanan Marquez musim ini tidaklah mulus. Ia memulai sebagai juara bertahan, tetapi masih dibayangi cedera bahu yang ia alami sejak GP Indonesia 2025. Awal musim didominasi oleh Aprilia dan Marco Bezzecchi, dan Marquez baru kembali menang pada GP Hungaria. Cedera baru juga menghampirinya di Le Mans, yakni fraktur metatarsal kelima kaki kanan. Namun, perlahan tapi pasti, ia bangkit dan kini berada di puncak.

Jika melihat sejarah, pencapaian Marquez sungguh luar biasa. Ia datang ke MotoGP pada usia 20 tahun, sementara Rossi sudah berusia 34 tahun saat itu. Selama enam musim mereka bersama di kelas utama, Marquez meraih enam gelar, sedangkan Rossi tidak satu pun. Tentu perbandingan ini tidak sepenuhnya adil mengingat perbedaan usia, tetapi tetap menunjukkan betapa dominannya Marquez di era modern.

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2027: Era 850cc Dimulai
Baca JugaJadwal Tes Pramusim MotoGP 2027: Era 850cc Dimulai

Yang membuat kisah Marquez semakin istimewa adalah rentetan cedera yang harus ia lalui. Cedera humerus di Jerez 2020 membuatnya absen panjang dan baru bisa kembali juara pada 2025. Ia telah menjalani empat operasi di humerus, tiga di bahu, dan dua kali mengalami diplopia. Ini adalah cobaan yang tidak dialami oleh legenda seperti Giacomo Agostini maupun Rossi. Jika ia bisa juara musim ini, ia akan menyamai gelar kelas utama Agostini dan menang dengan dua pabrikan berbeda, Honda dan Ducati, seperti yang juga dilakukan Agostini dan Rossi.

ADVERTISEMENT

Musim ini sendiri berjalan dramatis. Setelah GP Italia, Marquez tertinggal 102 poin dari Bezzecchi. Namun, kesalahan dan cedera yang dialami pembalap Italia itu membuat posisinya goyah. Jorge Martin kemudian mengambil alih pimpinan klasemen, dan kini persaingan memanas. Dengan kemenangan di Misano, Marquez menunjukkan bahwa ia belum selesai.

Pertanyaannya, apakah Marquez bisa terus konsisten hingga akhir musim? Jika ya, gelar ke-10 akan menjadi bukti tak terbantahkan bahwa ia layak disebut yang terbaik sepanjang masa. Namun, Jorge Martin dan pembalap lain tentu tidak akan menyerah begitu saja. Sisa musim 2026 masih panjang, dan setiap balapan akan menjadi medan pertempuran sengit.

Bagi para penggemar MotoGP, menyaksikan perjalanan Marquez musim ini adalah sebuah privilese. Setiap tikungan, setiap overtake, dan setiap kemenangan membawa kita lebih dekat ke momen bersejarah. Apakah kita akan menyaksikan lahirnya legenda terbesar? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Marc Marquez tidak akan berhenti sebelum sejarah tercatat atas namanya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU