Lando Norris mengungkapkan kekesalannya yang mendalam setelah kehilangan kemenangan di Grand Prix Spanyol akibat timing Virtual Safety Car (VSC) yang dianggapnya tidak adil. Pembalap McLaren itu telah mengendalikan balapan dari posisi pole dan tampak akan meraih kemenangan dominan, namun sebuah insiden pada Lap 15 mengubah segalanya.
Ketika Norris melewati pintu masuk pit, hanya beberapa detik kemudian VSC dikeluarkan akibat Lance Stroll yang berhenti di lintasan karena masalah rem. Situasi ini memaksa Norris untuk masuk pit satu lap kemudian tepat saat balapan kembali hijau. Kesialan berlanjut dengan pit stop yang lambat, membuatnya terpuruk di belakang Kimi Antonelli, Max Verstappen, dan George Russell.
"Saya sudah melewati pit lane. Saya perlu bicara dengan tim. Tapi ini bukan permainan menebak. Saya hanya kurang beruntung," ujar Norris kepada Sky Sports F1. "Saya satu-satunya di seluruh grid yang tidak mendapatkan pit stop. Jadi saya kehilangan 20 detik dari seluruh grid. Ini di luar kendali saya. Ini di luar kendali mereka. Ini adalah aturan yang seharusnya tidak menentukan hasil balapan."

Norris berpendapat bahwa balapan seharusnya ditentukan oleh performa dan pilihan strategi, bukan oleh timing VSC. Meski demikian, ia mengakui bahwa dirinya mungkin pernah diuntungkan oleh situasi serupa di masa lalu. "Ini tidak adil," tegasnya. "Tapi ini sudah terjadi sebelumnya. Pembalap lain pernah menang karena hal ini. Saya mungkin juga pernah menang karena hal ini. Hanya saja, saya rasa tidak banyak orang yang kalah dalam balapan bisa melupakannya. Jadi ini menjengkelkan. Saya tidak merasa ini cara yang pantas untuk kalah."
McLaren CEO Zak Brown juga menyuarakan frustrasinya. Ia yakin timing intervensi telah merampas keunggulan dominan Norris. "Lando sudah jauh di depan. Tim melakukan pekerjaan hebat. VSC keluar beberapa detik setelah kami melewatinya, dan hilang beberapa detik sebelum kami bisa masuk pit. Jadi tidak ada yang bisa kami lakukan," kata Brown kepada Sky Sports F1. "Senang mendengar radio Lando yang mengatakan 'lupakan saja'. Saya pikir itu balapan kami dengan keunggulan, entah berapa, 20-25 detik."
Brown juga menegaskan bahwa Norris adalah pembalap tercepat sebelum balapan berbalik arah. "Ya, dia dominan," ujarnya. "Dia sudah jauh di depan. Mengelola balapan dengan baik. Degradasi ban bagus. Dia berada di level tersendiri. Ini hanya kurang beruntung. Dia mendapat trofi, tapi itu P3, bukan P1."
Masalah ini sebenarnya sudah pernah dibahas dalam pertemuan pembalap. Norris mengungkapkan bahwa para pembalap telah mengusulkan agar VSC tetap aktif setidaknya selama satu putaran penuh untuk memberikan kesempatan yang lebih adil bagi semua orang. "Kami sudah membicarakannya di briefing pembalap, mengatakan bahwa mereka harus membiarkannya setidaknya selama satu putaran agar adil untuk semua," jelasnya. "Hari ini, saya satu-satunya yang dirugikan. Dan saya kehilangan sekitar 20 detik waktu balapan. Itu tidak seharusnya terjadi."
Meski kecewa, Norris tetap waspada menjelang balapan berikutnya di Azerbaijan. Ia tidak yakin McLaren akan bisa kompetitif seperti di Madrid. "Di Baku, untuk saat ini, saya bilang tidak. Saya tidak yakin kami bisa," pungkasnya. Insiden ini kembali menyoroti perdebatan tentang aturan VSC dan bagaimana timing dapat mempengaruhi hasil balapan secara signifikan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!