Panasnya persaingan Marc Marquez dan Marco Bezzecchi dalam sesi Tissot Sprint GP Qatar di Sirkuit Lusail berbuntut panjang. Pembalap pabrikan Ducati Lenovo tersebut blak-blakan memberikan analisis tajam usai insiden senggolan kontroversial yang melibatkan rider Aprilia Racing itu, di mana ia mengaku sangat terkejut mendapati motor bernomor 72 tersebut berada di jalur yang tidak semestinya saat melakukan manuver.
Berbicara kepada media Spanyol, juara dunia delapan kali tersebut merinci detik-detik insiden yang mengubah peta persaingan lintasan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan menyimpang dari racing line normal, melainkan konsisten menjalankan prosedur standar pengereman, melebar sedikit saat apex, lalu kembali ke jalur ideal. Dampak dari senggolan keras tersebut bahkan memaksa rider asal Cervera itu harus meredam laju dengan kantung udara atau airbag jaket balapnya yang mengembang selama beberapa tikungan berikutnya.
"Saya merasa sangat terkejut saat mendapatinya berada di sana, karena saya sama sekali tidak melakukan manuver aneh di atas lintasan. Saya hanya mempertahankan garis balap saya secara konsisten, mulai dari titik pengereman, melebar sedikit, lalu masuk kembali ke dalam," ujar Marquez menjelaskan insiden tersebut kepada awak media usai merajai balapan pendek akhir pekan ini.

Situasi di atas trek kian mendebarkan ketika tekanan justru datang dari rival terdekatnya di klasemen, yakni Jorge Martin. Marquez mengakui bahwa kehadiran Martin secara tiba-tiba sempat membuatnya kehilangan fokus sejenak, terutama setelah ia harus mengendalikan motor dengan kondisi airbag aktif pasca benturan keras dengan Bezzecchi. Dorongan adrenalin itu membuatnya langsung mengubah strategi taktis demi mengamankan jarak aman di barisan terdepan.
"Saya sempat berpikir untuk sedikit menenangkan diri setelah insiden itu, tetapi tiba-tiba Martin langsung melancarkan serangan yang sama sekali tidak saya duga dan itu membuat saya terkejut. Ketika melihatnya semakin mendekat, saya langsung bertekad untuk berada di depannya dengan cara apapun demi menjaga selisih waktu dan mengamankan posisi terdepan hingga garis finis," tambahnya.
Menyongsong balapan utama hari berikutnya, peraih gelar juara dunia kelas premier tersebut menegaskan bahwa fokus utamanya bukan lagi sekadar mengejar kemenangan seri, melainkan mengamankan margin poin krusial atas rival utamanya dalam perebutan mahkota juara dunia musim ini. Dengan blunder yang dilakukan oleh sang pembalap Italia di sesi Sprint, kalkulasi poin di garasi Ducati kini bergeser sepenuhnya pada misi pengamanan posisi finis di depan rival langsung dari tim Aprilia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!