MotoGP, Sportrik Media - Marc Marquez menyebut adiknya sendiri, Alex Marquez, sebagai rival utama dalam perebutan gelar Kejuaraan Dunia MotoGP 2026, dengan merujuk langsung pada posisi runner-up yang diraih pembalap Gresini Ducati tersebut pada musim lalu.
Alex Marquez menutup musim 2025 sebagai pesaing terdekat Marc Marquez, finis tepat di belakang sang kakak dalam 17 kesempatan sepanjang musim. Selain konsistensi tersebut, Alex juga mencatat tonggak penting dengan menjadi pembalap pertama yang mengalahkan Marc dalam duel langsung, saat memenangi Sprint Race Silverstone, sebelum mengakhiri rekor 15 kemenangan beruntun Marc dengan kemenangan di Grand Prix Catalunya.
Performa tersebut membuat Alex Marquez mendapat promosi teknis signifikan untuk musim 2026 berupa penggunaan motor Ducati spesifikasi pabrikan bersama Gresini Racing. Peningkatan paket teknis ini menjadi pengakuan atas musim terbaik Alex di kelas premier dan secara langsung menempatkannya dalam posisi yang lebih kuat untuk menantang gelar dunia.
“Yang pertama adalah Alex, adik saya. Dia finis kedua tahun lalu, jadi saya menjawab berdasarkan klasemen,” kata Marc Marquez kepada Sky Italia.
Meski demikian, Marc kemudian menyimpang dari urutan klasemen akhir musim lalu dengan menempatkan rekan setimnya di Ducati pabrikan, Francesco Bagnaia, sebagai pesaing berikutnya, sebelum menyebut kekuatan Aprilia sebagai ancaman kolektif.
“Lalu saya menempatkan Pecco, yang merupakan juara dunia dua kali dan menunjukkan potensinya dengan dua kemenangan di Jepang,” lanjut Marc.
“Dan kemudian ada Aprilia, yang finis sangat kuat bersama Bezzecchi dan akan sulit untuk dihadapi.”
Marco Bezzecchi mengakhiri musim 2025 di posisi ketiga klasemen dunia dan menjadi pembalap dengan perolehan poin tertinggi pada paruh kedua musim. Lonjakan performa tersebut terjadi meski sebagian besar fase akhir musim berlangsung saat Marc Marquez absen akibat cedera pasca insiden Mandalika, memperkuat indikasi bahwa Aprilia memasuki 2026 dengan momentum kompetitif yang kuat.
Sementara itu, pembalap KTM Pedro Acosta juga finis di depan Bagnaia pada klasemen akhir musim lalu. Di sisi lain, Bagnaia mengalami penurunan signifikan ke posisi kelima setelah musim yang memadukan empat kemenangan dan 16 podium dengan 17 hasil tanpa poin dari Sprint Race dan Grand Prix. Inkonsistensi tersebut menjadi faktor utama yang menggerus posisinya dalam hirarki persaingan meski statusnya sebagai juara dunia ganda tetap utuh.
Ketika ditanya mengenai ekspektasinya sendiri menjelang musim 2026, Marc Marquez secara terbuka mengakui tekanan yang melekat pada statusnya sebagai pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo Team. Dengan peluang menyamai rekor delapan gelar dunia kelas premier, Marquez menilai tuntutan untuk bersaing di puncak merupakan konsekuensi yang tidak terpisahkan.
“Jika Anda mengenakan warna merah, Anda harus bertarung untuk gelar,” ujar Marc.
“Anda bersama tim yang telah menang dalam beberapa tahun terakhir, semuanya ada di tangan Anda.
“Kami akan mencoba menjalani musim yang baik dan bersih sejak awal, tetapi selalu siap menghadapi apa pun yang mungkin terjadi.
“Para rival kami pasti telah berkembang jauh.”
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan realistis Marc terhadap musim baru, dengan kesadaran bahwa dominasi Ducati tidak menjamin keunggulan absolut. Fakta bahwa Aprilia memenangi tiga dari empat grand prix terakhir musim lalu, saat Marc absen, menjadi indikator bahwa peta kekuatan MotoGP 2026 diperkirakan akan jauh lebih rapat.
Marc Marquez dijadwalkan kembali mengendarai motor MotoGP pada tes pramusim Sepang, yang berlangsung pada 3–5 Februari, menjadi penampilan pertamanya sejak menjalani operasi bahu tahun lalu. Tes tersebut akan menjadi tolok ukur awal kondisi fisik dan kesiapan kompetitif sang juara dunia bertahan menjelang musim yang diproyeksikan sebagai salah satu yang paling kompetitif dalam era modern MotoGP.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!