Marc Marquez mengakui bahwa ia kini lebih lambat di tikungan yang dulu menjadi kekuatannya di Silverstone. Kondisi fisiknya yang terbatas membuatnya kesulitan tampil kompetitif di GP Inggris 2026.
Pada sesi latihan bebas Jumat, pembalap Ducati pabrikan itu hanya mampu menempati posisi ketujuh, tertinggal lebih dari tujuh persepuluh detik dari pebalap tercepat, Marco Bezzecchi dari Aprilia. Yang lebih mengkhawatirkan, ia tertinggal lebih dari tiga persepuluh detik dari Fabio di Giannantonio (VR46 Ducati), sementara adiknya, Alex Marquez, juga tampil cepat meski hanya terpaut tipis di belakangnya.
Marquez menjelaskan bahwa gaya balapnya yang agresif justru menjadi bumerang di sirkuit cepat dan mengalir seperti Silverstone. Meski di tahun-tahun sebelumnya ia mampu menutupi kelemahan itu dengan memaksimalkan kekuatannya, kondisi bahunya yang cedera membuatnya tak bisa lagi melakukan hal yang sama di musim 2026 ini.

“Saya belajar bahwa di beberapa titik dia sangat cepat, dan ketika saya mencoba menirunya, malah lebih buruk karena saya memaksakan diri dan kehilangan lebih banyak,” ujar Marquez, merujuk pada upayanya mengikuti Alex. “Ini karakter pembalap. Di usia 33 tahun, saya bisa beradaptasi sedikit, tapi gaya balap saya ya begitu. Sejak 2013, saya kuat di sirkuit yang sama dan lemah di sirkuit yang sama. Di tikungan mengalir itulah saya kesulitan.”
“Tahun lalu, saya kesulitan di titik yang sama [di Silverstone] seperti tahun ini, tapi saya bisa pulih di perubahan arah. Tahun ini tidak. Tahun ini saya kesulitan di titik yang sama, tapi di titik yang tahun lalu menjadi kekuatan saya, saya sedikit lebih lambat karena kita tahu alasannya [cedera bahu]. Kita lihat saja, kami akan mencoba menikmati akhir pekan ini. Posisi tidak masalah,” tambahnya.
Dalam perburuan gelar juara dunia ke-10, Marquez telah menyusun strategi untuk tampil maksimal di sirkuit yang ia kuasai, sambil membatasi kerugian di trek seperti Assen. Namun, ia mengakui akan sulit untuk menembus lima besar di Silverstone. “Kemarin kita bicara tentang bagaimana tikungan mengalir adalah titik terkuat Aprilia, terutama di Assen atau di sini. Kami bekerja dengan baik untuk mencari yang terbaik. Saat ini [Ducati] masih jauh dari podium, tapi lebih dekat ke lima besar—tapi saya tidak ada di dalamnya. Jadi kami perlu bekerja untuk bisa masuk lima besar,” katanya.
Marquez juga menegaskan bahwa Di Giannantonio dan Alex Marquez lebih cepat darinya, tetapi keduanya belum mampu menantang Aprilia untuk posisi teratas. “Alex dan Diggia cepat, super cepat, tapi Aprilia sedikit lebih cepat atau lebih konsisten. Jadi kita lihat saja. Tentu setiap motor punya kelebihan dan kekurangan. Kami sudah paham sepanjang musim ini bahwa Aprilia lebih cepat di tikungan mengalir, sementara kami lebih cepat di tikungan stop-and-go. Tapi seperti yang kita lihat hari ini, kami bukan Ducati tercepat, jadi kami akan mencoba bekerja,” pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!