SPONSORED

Liam Lawson Ungkap Target Pribadi untuk Paruh Kedua F1 2026

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Liam Lawson Ungkap Target Pribadi untuk Paruh Kedua F1 2026 TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Musim 2026 menjadi titik balik yang manis bagi Liam Lawson. Setelah melalui masa sulit di awal kariernya bersama Red Bull, pembalap asal Selandia Baru itu kini tampil konsisten bersama Racing Bulls dan rutin menghuni posisi 10 besar. Dengan 11 seri sudah berjalan, Lawson mengoleksi 43 poin—pencapaian yang jauh lebih baik dibanding periode sulitnya tahun lalu.

Menjelang paruh kedua musim yang akan dimulai dalam dua pekan, Lawson menegaskan target utamanya bukanlah mengejar posisi tertentu di klasemen, melainkan memaksimalkan potensi mobilnya di setiap akhir pekan. "Dari sisi pribadi, target saya adalah mencetak poin sebanyak mungkin di setiap seri, mengeluarkan semua kemampuan dari mobil, dan di mana pun saya finis di akhir tahun, itulah hasilnya," ujarnya kepada F1.

Ia menambahkan, "Yang lebih penting adalah saya tahu saya sudah melakukan semua yang saya bisa." Pernyataan itu mencerminkan pendewasaan Lawson sebagai pembalap yang tidak lagi terbebani ekspektasi besar, melainkan fokus pada proses dan konsistensi.

Piastri Bisa Hengkang dari McLaren, Smedley Sorot Perbedaan Atmosfer
Baca JugaPiastri Bisa Hengkang dari McLaren, Smedley Sorot Perbedaan Atmosfer

Meski performanya impresif, kursi Lawson untuk musim 2027 belum dijamin. Spekulasi mengenai promosi Nikola Tsolov dari akademi Red Bull terus menguat. Namun, Lawson enggan ambil pusing. "Tidak ada posisi spesifik yang saya coba kejar. Sangat sulit punya ekspektasi seperti itu di Formula 1, apalagi di tengah grid," katanya.

ADVERTISEMENT

Ia justru menekankan pentingnya peran tim. "Jika kami bisa menjadi tim terbaik di sektor tengah, maka saya rasa kami sudah melakukan tugas kami sebagai pembalap," tegas Lawson. Sikap ini menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi tekanan, sekaligus menjadi sinyal bagi tim bahwa ia layak dipertahankan.

Dengan sisa 13 seri, persaingan di lini tengah diprediksi semakin ketat. Lawson tampaknya siap menghadapi tantangan itu dengan kepala dingin, dan setiap poin yang diraih akan menjadi modal berharga bagi masa depannya di F1.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU