Formula 1, Sportrik Media - Masa depan Lewis Hamilton di Formula 1 kembali menjadi sorotan setelah mantan pembalap F1 Derek Daly secara terbuka menyarankan sang juara dunia tujuh kali untuk mengakhiri kariernya, menyusul musim debut yang sangat sulit bersama Scuderia Ferrari.
Hamilton menjalani kampanye pertamanya di Ferrari tanpa satu pun finis podium, sebuah pencapaian negatif yang belum pernah ia alami sepanjang kariernya di Formula 1. Musim tersebut juga disebut Hamilton sebagai yang paling menantang secara personal dan teknis, memicu spekulasi luas mengenai kelanjutan kariernya di puncak motorsport dunia.
Dalam pandangan Daly, kesulitan Hamilton bukan semata akibat paket teknis Ferrari, melainkan juga faktor biologis yang tidak dapat dihindari. Ia menilai bahwa performa seorang pembalap pada usia Hamilton saat ini tidak lagi dapat dibandingkan dengan era puncaknya, terlepas dari kualitas dan reputasi yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade.
“Hamilton tidak diragukan lagi adalah pembalap F1 terhebat sepanjang masa,” ujar Daly kepada RacingNews365.
“Saya pikir dia bahkan lebih baik daripada Michael Schumacher.”
Namun, Daly menegaskan bahwa apresiasi terhadap pencapaian masa lalu tidak mengubah realitas kompetitif Formula 1 modern, yang menuntut kondisi fisik dan reaksi maksimal dari para pembalapnya.
“Ini tidak akan menjadi lebih baik baginya,” lanjut Daly.
“Ini murni persoalan fisiologis. Di usia di atas 40 tahun, Anda tidak bisa berlari dan bereaksi seperti pembalap berusia 18, 19, atau 20 tahun.”
Menurut Daly, penurunan performa tersebut tidak berkaitan dengan hilangnya bakat atau kecerdasan balap, melainkan konsekuensi alami dari waktu dan usia yang tidak dapat dinegosiasikan, bahkan oleh pembalap dengan status legendaris sekalipun.
“Ini bukan soal talenta atau seberapa brilian dirinya dahulu,” jelasnya.
“Masalahnya adalah kata ‘dahulu’. Masa kejayaan Hamilton sudah berlalu. Ini tidak akan menjadi lebih baik.”
Daly juga memperingatkan bahwa keputusan mempertahankan Hamilton di Ferrari berpotensi membawa implikasi manajerial jika hasilnya tidak kunjung membaik. Ia menilai bahwa Formula 1 adalah panggung yang terlalu besar untuk membiarkan keputusan emosional mengalahkan pertimbangan rasional dan jangka panjang.
“Jika dia tidak pensiun, orang yang membuat keputusan untuk membawanya ke Ferrari bisa saja kehilangan pekerjaannya,” tegas Daly.
“Ini panggung yang terlalu besar untuk membiarkan emosi mengendalikan keputusan tim.”
Secara keseluruhan, komentar Daly mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap Hamilton dan Ferrari menjelang era regulasi baru Formula 1. Dengan perubahan teknis besar di depan mata, keputusan Hamilton mengenai masa depannya tidak hanya akan menentukan arah karier pribadinya, tetapi juga strategi jangka menengah Ferrari dalam membangun kembali daya saing mereka, sebuah dinamika yang akan terus dipantau oleh Sportrik Media melalui https://sportrik.com.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!