Jari-Matti Latvala membuka sedikit tabir soal rencana Toyota di kejuaraan dunia reli musim depan. Di tengah transisi regulasi teknis yang akan mengubah total wajah Rally1, keputusan siapa yang duduk di kursi tim pabrikan Jepang itu mulai mengerucut. Satu nama, menurut bos tim tersebut, bisa menjadi penentu segalanya.
Dalam wawancara dengan RallyJournal, Jari-Matti Latvala tidak membantah kemungkinan Toyota memperkuat armadanya menjadi enam mobil pada 2027. Namun, ia menegaskan bahwa semuanya bergantung pada masa depan Sebastien Ogier.
“Bisa dibilang ya, bisa dibilang tidak. Faktor yang sangat menentukan adalah apa yang ingin dilakukan Ogier ke depannya,” ujar Latvala. Pembalap asal Prancis itu, yang kini berusia 42 tahun dan genap 43 pada Desember, memang sudah beberapa musim terakhir tampil paruh waktu di WRC. “Kami akan berdiskusi dengannya, dan itu akan sangat memengaruhi bentuk tim,” tambahnya.

Sinyal ini muncul di tengah perubahan besar regulasi teknis WRC. Mobil Rally1 yang selama ini mahal akan digantikan konsep yang lebih dekat dengan Rally2, dengan tujuan menekan biaya dan membuka pintu bagi pabrikan baru. Latvala menegaskan bahwa efisiensi anggaran justru menjadi peluang untuk menambah mobil. “Dengan budget untuk lima mobil Rally1 sekarang, kami bisa menjalankan enam mobil. Justru itu yang kami kejar—menurunkan level biaya,” jelasnya.
Menurut sumber RallyJournal, Toyota berencana mengumumkan komposisi pembalap untuk musim depan saat Rally Paraguay di akhir pekan terakhir Agustus. Selain Ogier, sorotan juga tertuju pada Ott Tanak, juara dunia 2019 yang telah menjalani tes ekstensif dengan mobil regulasi baru Toyota. Nama-nama seperti Elfyn Evans, Sami Pajari, dan Takamoto Katsuta diyakini tetap bertahan.
Keputusan Ogier bukan hanya soal kursi, tetapi juga strategi jangka panjang Toyota. Jika Ogier memilih pensiun, Toyota harus mencari pengganti yang mampu bersaing di papan atas. Sebaliknya, jika ia bertahan, stabilitas tim tetap terjaga. Dengan regulasi baru yang menekan biaya, persaingan di WRC diprediksi semakin ketat, dan setiap keputusan kini terasa lebih krusial.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!