Andrea Kimi Antonelli mengakui kecepatan Red Bull setelah menjalani debut pertamanya di Sirkuit Sepang, Malaysia, dalam sesi latihan bebas Jumat. Pembalap Mercedes itu menyebut RB21 sebagai paket tercepat baik pada simulasi qualifying maupun long run, meski ia sendiri harus puas finis kelima di FP1 dan kedelapan di FP2.
Cuaca lembap dan kondisi aspal yang abrasif membuat degradasi ban menjadi momok bagi semua tim. Mercedes, yang mengandalkan pembaruan aerodinamika, belum menemukan keseimbangan ideal. George Russell sempat menjadi yang tercepat kedua di FP1, tertinggal hampir empat persepuluh detik dari Max Verstappen, namun performa W16 menurun di sesi kedua.
“Kami menjalani hari pertama yang baik di sini,” ujar Antonelli. “Sirkuit Sepang luar biasa untuk dikendarai—cepat dan mengalir. Kami menyelesaikan program kerja dan mengumpulkan banyak data, terutama untuk memahami paket baru. Tapi masih banyak pekerjaan rumah.”

Pembalap Bologna itu menambahkan bahwa Red Bull menunjukkan keunggulan di kedua aspek. “Red Bull tampak paling cepat di satu lap dan jarak jauh. McLaren dan Ferrari juga kompetitif, terutama dengan bahan bakar penuh. Grip hari ini rendah, tapi kondisi akan membaik besok.”
Russell, yang juga pertama kali mencicipi Sepang, menyoroti tantangan unik trek Malaysia. “Pengalaman luar biasa, tetapi suhu tinggi dan aspal agresif menyebabkan degradasi besar. Kami sudah memperkirakan ini, namun overheat ban mengurangi manfaat paket aerodinamika baru. Kami belum menemukan setup ideal dan akan bekerja keras malam ini.”
Dengan sesi kualifikasi yang akan digelar Sabtu, Mercedes harus bergerak cepat. Jika tidak, dominasi Red Bull di Sepang bisa berlanjut, sementara McLaren dan Ferrari siap menyalip. Bagi Antonelli, ini adalah ujian mental dan teknis di sirkuit yang menuntut presisi tinggi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!