SPONSORED

Sami Pajari Waspadai Drama Sardinia: “Kejutan Akan Tetap Datang”

Notifikasi
Edeh Cupe
Edeh Cupe
0
Sami Pajari Waspadai Drama Sardinia: “Kejutan Akan Tetap Datang”
TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Sami Pajari menyadari Rally Sardinia masih menyimpan banyak jebakan setelah pembalap Toyota tersebut mengakhiri empat stage pembuka di posisi keempat. Pajari hanya terpaut 10,7 detik dari pemimpin klasemen sementara, Adrien Fourmaux, dan masih berada dalam persaingan ketat.

Posisi tersebut juga cukup menjanjikan bagi Pajari dalam pertarungan kejuaraan dunia. Elfyn Evans, pemimpin klasemen WRC, berada di posisi keenam, sementara Oliver Solberg yang sebelumnya menempati posisi ketiga hanya unggul 2,6 detik atas Pajari.

Namun, Pajari mengakui performanya sepanjang pagi belum terasa sempurna. Kondisi lintasan dengan grip terbatas membuat setiap stage menghadirkan kejutan.

Sami Pajari Siap Hadapi Drama Debu Sardinia di WRC 2025
Baca JugaSami Pajari Siap Hadapi Drama Debu Sardinia di WRC 2025

“Saya rasa kondisi memiliki pengaruh yang sangat besar. Grip terbatas dan selalu ada beberapa kejutan, jadi sama sekali tidak terasa sempurna. Namun, catatan waktunya cukup bagus, jadi kami masih dalam pertarungan,” kata Pajari.

ADVERTISEMENT

Debu menjadi salah satu persoalan utama pada stage pertama pagi tersebut. Pajari mengatakan kondisi kemudian berubah pada dua stage berikutnya, terutama bagi mobil-mobil yang melaju di posisi terdepan.

“Ada debu dan segala hal lainnya di stage pertama pagi ini. Catatan waktu cukup beragam, tetapi pada dua stage berikutnya kondisi jalan jelas membaik setidaknya untuk tiga atau empat mobil pertama. Setiap mobil sedikit lebih cepat dibanding mobil sebelumnya,” ujarnya.

Pajari sendiri menjalani rally dari posisi kedua di jalan, sesuai posisinya dalam klasemen kejuaraan. Namun, posisi tersebut tidak sepenuhnya membebaskannya dari masalah debu yang menggantung di lintasan.

ADVERTISEMENT

“Pada stage pertama pagi ini, di mana mungkin semua orang paling banyak mengalami masalah, kami juga memiliki beberapa bagian di mana harus sedikit mengurangi kecepatan. Kami kehilangan beberapa detik di sana,” tutur Pajari.

Jarak antar mobil telah diperlebar dari tiga menjadi empat menit, sebuah perubahan yang menurut Pajari sangat membantu. Namun, minimnya angin membuat debu tetap bertahan di antara pepohonan hutan yang lebat.

“Meskipun jaraknya ditambah dari tiga menjadi empat menit, yang merupakan hal yang sangat bagus, hampir tidak ada angin di sini. Ketika Anda berkendara melewati hutan yang lebat, debu hanya menggantung di sana,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ancaman lainnya datang dari kondisi permukaan yang berpotensi memicu puncture. Oliver Solberg mengalami puncture pada stage pertama pagi hari, meski masalah tersebut terjadi menjelang akhir stage sehingga dampaknya tidak terlalu besar.

Pajari memperkirakan potensi kejadian serupa masih terbuka pada putaran sore. Dengan karakter lintasan yang sulit ditebak, posisi batu-batu yang dapat merusak ban menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai.

“Kita lihat apa yang menunggu sore ini. Bagaimanapun akan ada kejutan, tetapi pertanyaannya adalah di mana kejutan itu terjadi dan seberapa serius,” kata Pajari.

ADVERTISEMENT

“Itulah yang akan kami ketahui sore ini. Mudah-mudahan tidak ada, tetapi itu sangat mungkin terjadi. Sulit untuk menebak di mana batu-batu yang benar-benar bisa menyebabkan puncture bersembunyi,” tutupnya.

Dengan posisi keempat dan jarak yang masih rapat di papan atas, Pajari memiliki peluang untuk mempertahankan posisinya dalam persaingan. Namun, Rally Sardinia belum memberikan ruang untuk merasa aman, terutama dengan kondisi grip, debu, dan potensi puncture yang masih menunggu pada loop sore.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU