SPONSORED

Sepang Kasar, Pirelli Sebut Simulasi F1 Melenceng 4,5 Detik

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Sepang Kasar, Pirelli Sebut Simulasi F1 Melenceng 4,5 Detik
TO NEWS OVERVIEW
Sepang Kasar, Pirelli Sebut Simulasi F1 Melenceng 4,5 Detik

George Russell dan rekan-rekannya di paddock Formula 1 langsung dihadapkan pada kenyataan pahit saat sesi latihan bebas di Sirkuit Sepang, Malaysia. Permukaan aspal yang sangat abrasif dan mulai terkelupas membuat para insinyur harus memutar otak untuk mencari setelan yang tepat. Sirkuit sepanjang 5,35 km ini memang dikenal sebagai salah satu yang paling menantang, tetapi kondisi Jumat lalu benar-benar di luar dugaan.

Pirelli, pemasok ban tunggal F1, mengungkapkan bahwa catatan waktu satu lap pada sesi latihan bebas lebih lambat hingga 4,5 detik dari simulasi kualifikasi yang mereka perkirakan. "Kondisinya tidak benar-benar bagus, aspalnya terkelupas," jelas Simone Berra, chief engineer Pirelli. "Ada batu-batu kecil yang muncul dan FIA membersihkan lintasan dengan truk penyapu beberapa kali. Aspal terdegradasi cukup cepat, bahkan selama sesi, jadi ini sesuatu yang belum bisa dikendalikan saat ini."

Meskipun demikian, Berra menegaskan bahwa masalah ini tidak menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan pembalap. "Ini bukan masalah besar dalam hal keselamatan, dalam hal kebocoran ban. Ini hanya masalah tingkat cengkeraman yang rendah, karena tingkat kekasaran yang tinggi," ujarnya. Namun, ia memprediksi kondisi bisa memburuk selama balapan karena suhu tinggi dan banyaknya mobil yang melintas.

Antonelli: Red Bull Tercepat di Sepang, Mercedes Fokus Perbaikan
Baca JugaAntonelli: Red Bull Tercepat di Sepang, Mercedes Fokus Perbaikan

Para pembalap pun merasakan langsung dampaknya. Charles Leclerc, yang menutup hari dengan catatan waktu tercepat, mengaku sesi latihan sangat sulit. "Hari yang sangat, sangat sulit secara keseluruhan. Kondisi lintasan sangat tricky. Lintasan cukup kotor dan sangat licin. Jadi saya pikir segalanya akan berubah dan berkembang banyak dari hari ini," kata pembalap Ferrari itu.

ADVERTISEMENT

Sepang memang kembali ke kalender F1 setelah absen sembilan tahun, menggantikan Sakhir sebagai tuan rumah Grand Prix Bahrain. Karakter aspal yang kasar dan tingkat keausan tinggi mirip dengan sirkuit di Bahrain, sehingga secara teori cocok. Namun, perbedaan besar antara simulasi dan kenyataan membuat tim harus bekerja ekstra keras untuk menemukan keseimbangan mobil.

Dengan degradasi ban yang tinggi, strategi balapan akan menjadi kunci. Tim-tim harus mempertimbangkan apakah akan lebih agresif dalam pit stop atau mencoba bertahan lebih lama di lintasan. Perbedaan antara performa satu lap dan performa dalam stint panjang bisa menjadi faktor penentu hasil akhir balapan nanti.

Meski demikian, para tim dan pembalap tetap optimis bisa beradaptasi. Mereka memiliki sesi latihan ketiga dan kualifikasi untuk menyempurnakan setelan. Yang jelas, Grand Prix Malaysia akhir pekan ini akan menjadi ujian ketangguhan bagi semua tim, tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kemampuan membaca kondisi lintasan yang terus berubah.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU