SPONSORED

Jorge Martin Pasang Badan Jelang MotoGP Mandalika 2026

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Jorge Martin Pasang Badan Jelang MotoGP Mandalika 2026
TO NEWS OVERVIEW
Jorge Martin Pasang Badan Jelang MotoGP Mandalika 2026

Jorge Martin secara terbuka menyatakan bahwa dirinya akan langsung menerima jika gelar juara dunia MotoGP musim 2026 ini bisa dikunci hanya dengan satu kemenangan grand prix saja. Pembalap Aprilia tersebut datang ke sirkuit kebanggaan Indonesia dengan status sebagai pimpinan klasemen sementara, meski posisinya kini sangat terancam ketat.

Persaingan memperebutkan mahkota juara dunia semakin mengerucut setelah Marc Marquez terus memangkas selisih poin hingga kini hanya berjarak dua angka saja di belakang sang pemuncak klasemen. Martin sempat kehilangan tahtanya di Misano ketika keduanya mengoleksi poin setara, sebelum akhirnya berhasil merebutnya kembali di Austria dan mempertahankannya hingga akhir pekan lalu di Jepang.

Setibanya di Lombok sejak hari Senin demi melakukan aklimatisasi terhadap cuaca tropis yang terik, pembalap asal Spanyol tersebut menegaskan kondisi fisik dan mentalnya sudah pulih sepenuhnya. Tantangan suhu lintasan yang tinggi di Sirkuit Mandalika tentu akan menjadi faktor penentu utama bagaimana performa motor dan ketahanan fisik para pembalap beradaptasi sepanjang akhir pekan ini.

Tantangan Fisik GP Singapura, Charles Leclerc Bela Rompi Pendingin
Baca JugaTantangan Fisik GP Singapura, Charles Leclerc Bela Rompi Pendingin

Meski sangat menikmati karakteristik trek di Indonesia dan optimistis dengan potensi daya saing motor pabrikan Noale, Martin dengan tegas meredam ekspektasi untuk menyapu bersih total 37 poin maksimal dari sesi sprint maupun balapan utama. Menurutnya, menguasai seluruh poin di setiap akhir pekan balapan modern menuntut sinkronisasi sempurna antara setelan mesin, manajemen ban, serta antisipasi perlawanan sengit dari para rival.

ADVERTISEMENT

"Untuk mendapatkan 37 poin ini Anda harus melakukan banyak hal, membuat ban bekerja dengan baik, memiliki setelan yang bagus, dan para rival selalu kuat. Para pembalap Ducati tidak bodoh dan mereka pasti telah melakukan sesuatu untuk membuat ban bekerja dengan baik," ungkap Martin merespons dominasi rival utamanya yang kerap mendulang poin ganda dalam beberapa putaran terakhir.

Konsistensi menjadi kunci utama bagi sang pembalap yang telah memimpin klasemen selama lebih dari seratus hari musim ini, meskipun ia baru mengoleksi satu kemenangan grand prix saja saat menguasai akhir pekan di Le Mans. Mengingat tingkat persaingan era modern yang begitu ketat dan tingginya risiko teknis di lintasan, mempertahankan keunggulan tipis hingga seri pamungkas adalah fokus mutlak yang diusungnya tanpa pernah menyerah.

"Jika ada sesuatu yang mencirikan saya, yaitu saya tidak pernah menyerah dan saya akan memaksimalkan segalanya untuk berada dalam pertarungan sampai akhir. Jika itu cukup bagi saya untuk memenangkan kejuaraan dunia, itu akan sempurna, dan jika tidak, kami akan mencoba tahun depan," tandas pembalap andalan Aprilia Racing Team tersebut menegaskan tekad baja dalam perburuan gelar juara dunia.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU