Menghadapi akhir pekan keempat dengan status bahaya panas atau heat hazard di Grand Prix Singapura, para pembalap Formula 1 menunjukkan perbedaan pandangan yang tajam mengenai penggunaan rompi pendingin di dalam kokpit mobil.
Federasi Automotif Internasional atau FIA secara resmi telah mendeklarasikan Singapura sebagai zona bahaya panas setelah estimasi temperatur lingkungan diperkirakan melampaui angka 31 derajat Celsius. Regulasi darurat ini mengizinkan setiap tim untuk memasang perangkat pendingin khusus pada kendaraan yang mampu memompa cairan dingin melalui sebuah rompi demi menurunkan suhu tubuh pembalap.
Meskipun regulasi tersebut memberikan lampu hijau, kenyataannya sebagian besar pembalap grid F1 memilih untuk tidak menggunakannya pada balapan akhir pekan ini karena berbagai kendala teknis serta reliabilitas sistem yang belum teruji sepenuhnya.

Bagi figur vokal pendukung penggunaan rompi pendingin seperti George Russell, keengganan tersebut murni disebabkan oleh faktor kesiapan tim Mercedes yang belum mampu mendedikasikan sumber daya manusia secara maksimal untuk merancang versi efisien pada mobil mereka tahun ini.
Russell menyatakan bahwa dirinya akan mengenakan perangkat tersebut pada setiap balapan kecuali pada seri dengan suhu ekstrem rendah seperti di Las Vegas. la secara tegas mengungkapkan manfaat besar dari teknologi tersebut bagi kondisi fisik seorang pembalap profesional di dalam kokpit.
"Saya sangat melihat manfaatnya, saya sangat menyukainya. Saya kira secara kolektif antara tim dan FIA, kita perlu mencari cara agar ini bisa berfungsi dengan baik," ujar George Russell.
Ia menambahkan bahwa kendala utama bukanlah batasan biaya karena proyek tersebut dikecualikan dari aturan batas anggaran, melainkan alokasi tenaga kerja yang harus dialihkan dari departemen pengembangan performa inti lainnya.
Sementara itu, rekan setimnya yakni Kimi Antonelli memiliki pengalaman buruk tersendiri tahun lalu yang membuatnya sempat kapok menggunakan sistem pendingin cairan tersebut di dalam mobil.
"Pertama kalinya itu tidak berfungsi selama yang kami harapkan. Kedua kalinya, sistem pompanya rusak. Itu terjadi di Austin, dan saya menjalani seluruh sesi dengan sistem yang memompa air pada suhu 50 derajat, jadi saya menderita sengatan panas setelah sesi, itu tidak menyenangkan," ungkap Kimi Antonelli.
Di sisi lain, tim Williams justru muncul sebagai pionir dan pemimpin dalam pengembangan teknologi rompi pendingin yang efektif sepanjang kalender balap musim ini.
Pembalap Carlos Sainz mengakui bahwa efisiensi perangkat yang dirancang oleh krunya telah memberikan kenyamanan luar biasa bagi dirinya serta rekan setimnya di dalam kokpit selama melakoni balapan yang melelahkan.
"Jika ada satu hal yang sebagai tim berhasil kami kembangkan dengan baik tahun ini, itu adalah rompi pendingin, yang pastinya memberikan Alex Albon dan saya waktu yang baik di dalam mobil dan kami sangat senang memilikinya," tutur Carlos Sainz.
Keluhan terbesar dari para kompetitor yang menolak memakai teknologi ini adalah kecenderungan cairan pendingin yang cepat berubah menjadi panas, namun Alex Albon membuktikan bahwa konfigurasi pada mobil Williams mampu menjaga stabilitas suhu dengan sangat optimal.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!