Isack Hadjar telah mengonfirmasi bahwa ia akan menerima penalti grid lima posisi untuk Grand Prix Bahrain yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, akhir pekan ini. Pembalap Red Bull Racing itu mengungkapkan hal tersebut kepada Motorsport.com pada Kamis, sehari sebelum sesi latihan bebas dimulai. Penalti ini menjadi pukulan telak bagi tim yang baru saja meraih double podium di Baku, Azerbaijan, hasil terbaik mereka sejak GP China 2024.
Hadjar menjelaskan bahwa penalti tersebut disebabkan oleh penggantian komponen unit daya yang telah melampaui batas musim ini. “Saya seharusnya mengambil penalti lima posisi,” ujarnya. Red Bull belum mengonfirmasi komponen mana yang akan diganti, namun aturan FIA menyatakan bahwa pelanggaran pertama berujung pada penalti 10 posisi, dan setiap pelanggaran berikutnya menghasilkan penalti lima posisi. Hadjar telah melampaui batas untuk setiap komponen PU musim ini, sehingga penggantian apa pun akan memicu penalti lima posisi.
Meskipun demikian, pembalap Prancis itu tetap optimistis. Ia menilai Sirkuit Sepang menawarkan banyak peluang untuk menyalip. “Bahkan dengan penalti, saya yakin ini adalah trek di mana jika Anda memiliki kecepatan balap, Anda bisa naik. Jika tidak bisa, berarti kami tidak cukup cepat,” tegasnya. Keyakinan ini didasari oleh karakteristik sirkuit yang lebar dan memiliki area run-off luas, memungkinkan manuver agresif tanpa risiko besar.

Hadjar juga mengungkapkan pendekatan berbeda untuk akhir pekan ini. Di Baku, ia membangun ritme secara perlahan setelah kembali dari cedera pergelangan tangan. Namun di Sepang, ia berencana langsung menyerang sejak awal. “Tata letaknya membuat Anda bisa langsung melaju kencang. Ini trek terbuka, tidak ada dinding. Jadi Anda bisa mendorong lebih awal,” jelasnya. “Akhir pekan ini normal bagi saya, jadi saya perlu mengambil risiko sejak awal.”
Tantangan bagi Red Bull Racing semakin berat karena Mercedes diprediksi membawa paket upgrade yang telah lama dinanti untuk W17. Hadjar sendiri memperkirakan bahwa performa timnya di Sepang mungkin tidak sekuat di Baku. “Saya memperkirakan kami akan kurang kompetitif di sini karena tata letaknya. Tapi jika kami masih bisa bersaing untuk podium, itu bagus,” katanya. Ia menambahkan bahwa balapan di Baku memang cocok untuk mobil mereka, dan upgrade berperan, namun trek dengan layout tradisional akan memberikan gambaran lebih jelas tentang posisi sebenarnya.
Dengan penalti grid, Hadjar harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meminimalkan kerugian poin. Ia menyadari bahwa tanpa kecepatan yang memadai, mustahil untuk bangkit. “Jika kami tidak bisa naik, berarti kami tidak cukup cepat. Itu saja,” pungkasnya. Kini, fokus beralih ke sesi latihan bebas dan kualifikasi untuk melihat seberapa besar potensi Red Bull di Malaysia, serta bagaimana Hadjar mengatasi tantangan dari posisi grid yang kurang menguntungkan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!