SPONSORED

Jorge Martin Dicekam Rasa Takut Jelang Keputusan Operasi

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Jorge Martin Dicekam Rasa Takut Jelang Keputusan Operasi
TO NEWS OVERVIEW
Jorge Martin Dicekam Rasa Takut Jelang Keputusan Operasi

Jorge Martin mengakui bahwa ia sedang dilanda rasa takut. Bukan takut menghadapi tikungan, melainkan takut mengambil keputusan besar di tengah musim yang belum juga berpihak padanya. Pembalap Aprilia itu terjebak dalam dilema: menjalani operasi untuk mengatasi arm pump yang muncul di Misano, atau bertahan dan berharap kondisinya membaik seiring berjalannya waktu.

Cerita ini berawal dari San Marino Grand Prix akhir pekan lalu. Martin sudah di depan, mengendalikan balapan dengan nyaman. Namun, pace-nya tiba-tiba ambruk karena masalah pada lengan. Ducati milik Marc Marquez pun menyusul, dan Martin harus puas finis kelima. Posisi puncak klasemen yang sempat ia bangun kini terancam, dengan Marquez menyamakan poin.

Ketakutan yang Berakar dari Masa Lalu

Martin tidak menutup mata bahwa operasi selalu membawa risiko. "Kita tidak pernah tahu hasilnya," ujarnya. "Itulah mengapa saya agak takut untuk operasi, karena semuanya bisa baik dan saya bisa kembali mengendarai motor mungkin dalam seminggu. Tapi bisa juga buruk."

Bezzecchi Nyaris Gagal ke Q2 Usai Red Flag MotoGP Austria
Baca JugaBezzecchi Nyaris Gagal ke Q2 Usai Red Flag MotoGP Austria

Rasa waswas itu bukan tanpa alasan. Musim 2025 lalu menjadi mimpi buruk baginya. Ia mengalami empat cedera terpisah dan hanya menyelesaikan tujuh dari 22 balapan. Pengalaman pahit itulah yang membuatnya ekstra hati-hati. "Saya tidak punya kenangan indah dari masa lalu, jadi saya harus pintar dan cerdas dalam mengambil keputusan ini," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Keputusan ini krusial karena kalender MotoGP tidak memberi ruang untuk bernapas. Setelah Austria, hanya ada jeda singkat sebelum Jepang pada 3 Oktober. Jika memilih operasi, ia harus siap kehilangan poin berharga di Motegi, sementara Marquez dan rival lain siap menyalip di klasemen.

Jumat lalu, Martin kembali ke lintasan untuk sesi latihan. Ia mencatat waktu tercepat kelima dengan RS-GP. Ini menjadi ujian pertama bagi lengannya setelah insiden Misano. "Pagi ini saya 100 persen yakin tidak perlu operasi. Lalu sorenya saya mulai ragu, tapi itu normal," tuturnya. "Saya lelah seperti biasa, tapi saya berharap bisa terus berkendara 100 persen, dan hari ini saya bisa melakukannya."

Yang menarik, Martin mengaku sesi latihan itu lebih banyak dihabiskan untuk mencari set-up dan bekerja dengan motor. Ia bahkan tidak terlalu memikirkan kondisi lengannya. "Semua yang saya lakukan selama seminggu berjalan baik dan saya merasa jauh lebih baik. Akan selalu ada tanda tanya sampai Minggu setelah balapan, tapi saya merasa sangat baik dan saya pikir ini tidak akan jadi masalah selama akhir pekan."

ADVERTISEMENT

Namun, ia tetap realistis. Keputusan akhir baru akan diambil setelah balapan Austria. Jika arm pump kembali muncul, operasi tampaknya tak terhindarkan. Sementara itu, para penggemar dan tim Aprilia hanya bisa berharap yang terbaik. Sebab, kehilangan Martin di momen krusial seperti ini bisa menjadi pukulan telak bagi ambisi juara mereka.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU