SPONSORED

MotoGP Bakal Adopsi Dua Kualifikasi ala F1 Mulai Musim Depan

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
MotoGP Bakal Adopsi Dua Kualifikasi ala F1 Mulai Musim Depan
TO NEWS OVERVIEW
MotoGP Bakal Adopsi Dua Kualifikasi ala F1 Mulai Musim Depan

MotoGP dikabarkan tengah bersiap mengadopsi format dua sesi kualifikasi dalam satu akhir pekan, meniru pendekatan yang sudah lama diterapkan Formula 1. Rencana ini mencuat dari forum dialog yang melibatkan tim, penyelenggara kejuaraan, dan para pabrikan, dan diperkirakan akan mendapat lampu hijau dalam beberapa hari ke depan. Jika terealisasi, perubahan ini akan mulai berlaku pada musim depan, mengubah secara signifikan cara grid ditentukan untuk balapan sprint dan grand prix.

Selama ini, MotoGP hanya mengandalkan satu sesi kualifikasi yang menentukan posisi start untuk kedua balapan akhir pekan: sprint pada Sabtu dan grand prix pada Minggu. Dengan format baru, akan ada kualifikasi terpisah untuk masing-masing balapan, persis seperti yang dilakukan F1 pada event yang memiliki sprint. Perlu dicatat, F1 sendiri akan menggelar 10 balapan sprint musim depan, naik dari enam pada 2026.

Meski gagasan ini tampaknya diterima baik oleh mayoritas pihak yang terlibat, proses incorporasi ke dalam regulasi tetap harus melalui jalur prosedural yang berlaku. Sebelum itu, jadwal setiap akhir pekan balapan harus difinalisasi terlebih dahulu. Menurut informasi yang dihimpun Autosport, perbedaan utama antara model F1 dan MotoGP terletak pada penempatan sesi sprint. MotoGP berencana tetap menggelar sprint pada sore hari, sementara F1 menempatkan sprint pada Sabtu pagi dan menyisakan Sabtu sore untuk kualifikasi grand prix.

Binder Bangkit di Austria: KTM Kuasai Jumat MotoGP
Baca JugaBinder Bangkit di Austria: KTM Kuasai Jumat MotoGP

Selain itu, ada dorongan dari salah satu pihak agar kualifikasi dipecah menjadi tiga sesi—Q1, Q2, dan Q3—mengikuti format F1, bukan sistem dua tahap yang saat ini digunakan (Q1 dan Q2). Usulan ini masih dalam pembahasan dan belum ada keputusan final. Yang jelas, perubahan besar ini tidak lepas dari sejarah: gagasan sprint race pertama kali muncul di Spielberg empat tahun lalu, tempat yang sama yang akan menjadi tuan rumah Grand Prix Austria akhir pekan ini.

ADVERTISEMENT

Berbeda dengan F1 yang awalnya hanya menggelar tiga sprint sebelum menambah jumlahnya secara bertahap, MotoGP memilih langsung menstandarkan format sprint di setiap event. Keputusan itu diambil tiga tahun sebelum Liberty Media menyelesaikan akuisisi Dorna, pemegang hak komersial MotoGP, pada pertengahan 2025. Sejak format baru diperkenalkan pada 2023, para pembalap telah menyoroti tingkat stres dan risiko yang harus mereka hadapi, terutama karena hanya ada satu sesi latihan bebas pada Jumat pagi sebelum Practice yang menentukan siapa yang langsung lolos ke Q2 dan siapa yang harus melewati Q1.

Dampak dari potensi perubahan ini sangat besar. Dengan dua kualifikasi terpisah, para pembalap dan tim harus menyusun strategi yang lebih kompleks, mengingat setiap sesi kualifikasi akan menentukan posisi start di balapan yang berbeda. Ini juga bisa mempengaruhi dinamika kejuaraan, karena kesalahan di satu kualifikasi tidak lagi otomatis merusak posisi start di balapan lainnya. Bagi penggemar, ini berarti lebih banyak aksi kualifikasi yang menegangkan dan peluang melihat kejutan di grid.

Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari MotoGP atau Dorna Sports. Kita tunggu saja apakah proposal ini benar-benar terwujud dan bagaimana reaksi para pembalap, terutama mereka yang sudah vokal tentang padatnya jadwal. Yang pasti, angin perubahan sedang bertiup kencang di paddock MotoGP.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU