Jorge Martin Bidik Comeback di Buriram MotoGP 2026

Jorge Martin
Jorge Martin © Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Jorge Martin menatap fase penting dalam proses comeback-nya ke MotoGP setelah satu tahun terakhir dibayangi cedera, dengan tes pramusim di Buriram menjadi titik awal nyata adaptasinya bersama Aprilia.

Setahun lalu, perjalanan Martin terganggu sejak hari pertama tes pramusim di Sepang, ketika ia mengalami cedera yang memaksanya absen dari sebagian besar program persiapan. Situasi semakin memburuk setelah sebuah kecelakaan saat menguji motor jalan raya di sirkuit karting, yang menandai awal dari rangkaian cedera berulang dan berdampak panjang terhadap musim kompetitifnya.

Akibat kondisi tersebut, Martin melewatkan tes pramusim pertama MotoGP di Sepang tahun ini. Namun, pada akhir pekan ini di Kuala Lumpur, dalam presentasi resmi musim, pembalap Spanyol itu memastikan dirinya akan turun lintasan pada tes berikutnya di Buriram, Thailand.

“Tes pertama saya akan di Thailand untuk memahami proses pengembangan,” ujar Martin kepada saluran resmi MotoGP. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus awalnya bukan pada performa instan, melainkan pada pemahaman teknis motor dan metode kerja tim.

Martin menyatakan keyakinannya terhadap arah pengembangan Aprilia, sembari menyadari bahwa fase awal musim kemungkinan besar tidak akan mudah. “Saya tahu Aprilia melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam pengembangan. Akan sangat menarik bisa 100 persen dengan motor ini,” katanya.

“Saya rasa balapan-balapan awal akan sedikit sulit, tetapi musim ini masih panjang. Jika motornya bekerja dengan baik dan saya sudah terbiasa, saya yakin saya bisa bersaing untuk posisi terdepan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Statistik musim lalu menggambarkan betapa beratnya periode tersebut bagi Martin. Dari total 22 balapan yang digelar, ia hanya ikut serta dalam sembilan seri dan hanya mampu menyelesaikan empat balapan. Minimnya waktu lintasan menjadi kendala utama dalam membangun konsistensi dan kepercayaan diri.

Namun, Martin melihat peluang baru dari data teknis yang kini tersedia di Aprilia. Ia menyoroti kontribusi Marco Bezzecchi, yang telah menjalani satu musim penuh dan memiliki gaya mengemudi yang dinilainya mirip dengan dirinya.

“Kami sekarang memiliki banyak data dari tahun lalu dengan Marco, yang gaya mengemudinya sangat mirip dengan saya,” jelas Martin. “Saya yakin jika bisa beradaptasi dengan baik dan siap secara fisik dengan cepat, saya akan punya peluang.”

Ia pun realistis dalam memandang target awal. “Saya akan sangat bersyukur jika bisa bersaing dengan mereka,” ujarnya, merujuk pada para pembalap papan atas. Martin menegaskan tidak memiliki rencana cadangan dan akan sepenuhnya fokus untuk kembali ke level kompetitif tertinggi.

“Tidak ada rencana B. Saya akan memberikan yang terbaik untuk kembali bersaing dengan mereka,” katanya, yang kemudian memunculkan pertanyaan mengenai peluangnya mengulang pencapaian gelar juara dunia seperti yang ia raih pada 2024.

“Itu pertanyaan yang bagus,” jawab Martin. “Saya pikir itu akan tergantung pada seberapa baik saya beradaptasi dengan Aprilia yang baru. Jika saya bisa cepat menemukan adaptasi dan kepercayaan diri dalam dua atau tiga balapan, apa pun bisa terjadi, karena motornya bekerja dengan baik.”

Martin juga membandingkan tantangan terbesarnya saat ini dengan masa-masanya bersama Pramac Ducati. Sebagai pembalap yang dikenal sebagai spesialis satu putaran dan peraih banyak pole position, ia mengakui bahwa kualifikasi menjadi titik lemah utamanya bersama Aprilia musim lalu.

“Musim lalu saya mengalami banyak kesulitan di kualifikasi, dan itu sulit untuk dilatih,” ungkapnya. “Begitu saya benar-benar mengenal motor ini, apa yang bisa dilakukannya dan di mana batasannya, saya rasa waktu putaran akan meningkat.”

Menurut Martin, kesenjangan dengan para rival bukan terletak pada kecepatan murni atau kemampuan mengemudi, melainkan pada posisi start yang kerap memaksanya bekerja lebih keras saat balapan.

“Dalam hal kecepatan dan keterampilan mengemudi, saya tidak terlalu jauh dari yang lain. Jadi mungkin ini hanya soal posisi di grid,” tutupnya.

Tes Buriram akan menjadi momen krusial bagi Martin untuk membangun kembali fondasi musimnya. Dengan kondisi fisik yang semakin membaik, dukungan data teknis Aprilia, dan waktu yang masih panjang, langkah awal di Thailand akan sangat menentukan arah comeback Jorge Martin di MotoGP 2026.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU