Raul Fernandez Lega Lolos dari Cedera di Sepang 2026

Raul Fernandez
© Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Raul Fernandez mengakhiri tes pramusim MotoGP 2026 di Sepang dengan rasa lega, setelah dua musim sebelumnya selalu mengalami cedera pada hari pertama. Pembalap Trackhouse Aprilia itu menuntaskan tiga hari pengujian dalam kondisi kelelahan, namun tanpa masalah fisik, sebuah kemajuan penting menjelang awal musim.

Fernandez menutup tes di posisi kesepuluh, terpaut 0,843 detik dari pembalap tercepat Alex Marquez dari Gresini Ducati. Hasil tersebut mencerminkan tes yang lebih stabil bagi pemenang balapan kejutan musim 2025 itu, terutama setelah dua edisi Sepang sebelumnya berakhir prematur akibat insiden.

“Setelah dua tahun, ketika saya bahkan tidak menyelesaikan hari pertama, sekarang saya merasa senang bisa mengakhiri tes dengan kondisi benar-benar kelelahan setelah tiga hari,” ujar Fernandez. Ia menegaskan bahwa kelolosannya dari cedera menjadi pencapaian tersendiri dalam konteks persiapan musim.

Tes Sepang 2026 memiliki arti strategis bagi Trackhouse Aprilia, terutama terkait finalisasi paket aerodinamika Aprilia RS-GP. Fernandez menekankan bahwa keputusan aero harus diambil sebelum seri pembuka di Thailand, karena keterbatasan waktu homologasi.

“Ini tes yang sangat penting karena paket aerodinamika. Kami harus yakin dengan pilihan kami sebelum Thailand, karena kami tidak akan punya waktu untuk menghomologasi paket aero lain,” jelasnya. “Dalam hal ini saya sangat senang, karena kami sudah memutuskan sesuatu yang saya sukai.”

Meski demikian, Fernandez mengakui masih ada area teknis yang perlu dibenahi. Ia menyebut belum sepenuhnya nyaman dengan beberapa karakter RS-GP, yang menandakan pekerjaan pengembangan masih jauh dari selesai menjelang balapan pembuka.

ADVERTISEMENT

“Saya masih punya beberapa hal yang belum terasa nyaman di motor, jadi itu berarti kami masih punya banyak pekerjaan,” akunya. Fokus utama saat ini tertuju pada performa time attack, khususnya saat menggunakan ban lunak.

“Bagian terburuk adalah time attack, terutama ketika kami ingin memakai ban soft untuk mencatat lap lebih cepat. Saya tidak bisa melakukannya,” kata Fernandez. “Saya tidak bisa menggunakan gaya balap saya dengan baik ketika grip berada di level maksimum.”

Masalah tersebut menjadi prioritas pekerjaan Trackhouse Aprilia menjelang tes Thailand, dengan tujuan memahami bagaimana memaksimalkan potensi ban lunak tanpa mengorbankan karakter alami Fernandez. Ia menilai bahwa kecepatan balapan secara umum sudah kompetitif, sehingga peningkatan satu lap akan berdampak signifikan pada posisi start.

Dalam hal referensi teknis, Fernandez menilai performa pembalap pabrikan Marco Bezzecchi sebagai indikator positif. Bezzecchi mencatatkan waktu tercepat pada sore terakhir tes dan finis kedua secara keseluruhan, hanya kalah dari Alex Marquez.

“Saya pikir Aprilia melakukan pekerjaan yang sangat bagus dan motornya kembali kompetitif. Seperti yang Anda lihat dengan Marco di time attack, dia sangat cepat,” kata Fernandez. Ia menegaskan pentingnya memahami detail pengembangan yang dilakukan tim pabrikan selama tes.

“Kami perlu tahu apa yang mereka lakukan selama tes untuk mencoba meningkatkan time attack kami, karena saya rasa jika kami memperbaiki satu lap, kecepatan balapan sebenarnya sudah ada,” tambahnya.

Rekan setim Fernandez, Ai Ogura, menutup tes dengan catatan waktu tercepat ke-12, menandai awal adaptasi pembalap Jepang tersebut dengan RS-GP dalam konteks MotoGP penuh.

Dengan lolos dari Sepang tanpa cedera dan arah pengembangan yang semakin jelas, Fernandez kini menatap tes Thailand dengan fokus memperhalus detail teknis krusial. Konsistensi fisik dan kemajuan pada time attack akan menjadi kunci bagi Trackhouse Aprilia untuk memulai MotoGP 2026 secara kompetitif.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU