Bastianini Pangkas Satu Detik di Tes Sepang 2026

Enea Bastianini
© Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Enea Bastianini menunjukkan kemajuan signifikan pada tes pramusim MotoGP 2026 di Sepang dengan memangkas hampir satu detik dari catatan waktu kualifikasinya pada Grand Prix Malaysia musim lalu, sebuah area yang menjadi titik lemah utamanya sepanjang 2025.

Masalah performa kualifikasi menjadi Achilles’ heel Bastianini selama musim 2025 bersama Tech3 KTM. Posisi start terbaiknya hanya berada di urutan keempat, sementara hasil terburuk mencapai posisi ke-21, dengan rata-rata grid start berada di P16. Kondisi tersebut kerap membuatnya kesulitan memulihkan posisi, meski ia masih mampu meraih masing-masing satu podium pada Sprint dan Grand Prix.

Pada tes Sepang, Bastianini menutup pengujian di posisi ke-11 klasemen gabungan, terpaut 0,8 detik dari pembalap tercepat Alex Marquez, namun hanya kurang dari 0,2 detik dari KTM tercepat yang dicatat Pedro Acosta. Hasil ini dipandang positif oleh manajemen tim, mengingat peningkatan signifikan dibanding performa tahun sebelumnya.

Tes ini juga menjadi awal kerja sama Bastianini dengan kepala kru barunya, Andres Madrid, yang sebelumnya bekerja bersama Brad Binder di tim pabrikan KTM. Adaptasi cepat antara pembalap dan kru dinilai sebagai salah satu capaian utama selama tiga hari pengujian.

“Untuk Enea, salah satu target utama adalah membangun kepercayaan dengan kepala kru barunya, Andres, dan itu sudah sangat jelas tercapai,” ujar manajer tim Tech3, Nicolas Goyon. “Mereka bekerja sangat keras selama tiga hari terakhir, menyelesaikan lebih dari 120 lap dan menuntaskan seluruh program.”

Goyon juga menyoroti perubahan ergonomi motor sebagai faktor penting dalam peningkatan performa. “Kami melakukan beberapa penyesuaian pada posisi Enea di atas motor, dan sekarang dia merasa sangat nyaman serta memiliki kontrol penuh. Itu juga menjadi target utama kami minggu ini,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

“Kami senang bisa meninggalkan Sepang dengan satu poin penting yang sudah dicoret dari daftar target. Dia menyelesaikan tes di P11, yang sudah merupakan langkah besar ke depan dibanding tahun lalu,” tegas Goyon.

Bastianini sendiri mencatat waktu terbaik 1 menit 57,290 detik dan menilai tes ini sebagai langkah positif. “Saya bisa senang karena tes ini positif bagi saya. Kami memulai dengan banyak pekerjaan pada ergonomi motor, lalu kemarin fokus pada set-up, dan hari ini melakukan perbandingan aerodinamika,” ujarnya.

“Kami mempertahankan banyak hal positif dan secara jujur saya puas. Tetapi kami masih perlu menutup jarak dengan pembalap di depan kami. Kami cepat, tetapi kami melihat catatan ‘56’ hari ini dan bagi kami itu masih terlalu sulit,” tambahnya.

Namun, dalam simulasi Sprint, Bastianini mengakui masih terdapat jarak performa, baik terhadap Acosta maupun para pembalap Ducati terdepan. Ia menilai ada aspek teknis spesifik yang masih membatasi potensi satu lap.

“Kami kekurangan kemampuan menikung,” ungkap Bastianini. “Menikung adalah salah satu kunci untuk mencatat waktu lap yang baik.”

Ia juga mengungkapkan adanya masalah teknis selama simulasi Sprint. “Di sisi saya, simulasi Sprint cukup rumit karena ada sedikit masalah, bukan dari ban belakang, tetapi saya mengalami banyak getaran,” jelasnya.

“Kami sudah sedikit menyelesaikan masalah tersebut, tetapi salah satu hal lainnya adalah chatter di bagian depan. Hari ini, untuk pertama kalinya, itu terjadi, dan setelah tiga atau empat lap menjadi cukup rumit. Namun dibandingkan tahun lalu, kondisinya masih jauh lebih baik,” tutup Bastianini.

Tes pramusim terakhir MotoGP 2026 dijadwalkan berlangsung di Buriram pada 21–22 Februari, yang akan menjadi kesempatan final bagi Bastianini dan Tech3 KTM untuk menutup celah performa sebelum musim resmi dimulai.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU