Jonne Halttunen Yakin Oliver Solberg Penerus Rovanperä

Jonne Halttunen Yakin Oliver Solberg Penerus Rovanperä
© Toyota Europe Newsroom

WRC, Sportrik Media - Jonne Halttunen memberikan penilaian tegas terhadap Oliver Solberg yang akan menggantikan Kalle Rovanperä di Toyota Gazoo Racing mulai musim Kejuaraan Reli Dunia FIA (WRC) 2026, dengan keyakinan bahwa pereli Swedia itu siap menjadi bintang berikutnya di level tertinggi reli dunia.

© Toyota Europe Newsroom

Dunia reli sempat diguncang pada Oktober lalu ketika Rovanperä, juara dunia dua kali, mengumumkan keputusannya meninggalkan WRC setelah musim 2025. Pereli Finlandia itu memilih fokus pada program Super Formula di Jepang, sebagai bagian dari ambisi jangka panjang menuju Formula 1. Kepergiannya menciptakan kekosongan besar, tidak hanya bagi Toyota, tetapi juga bagi WRC yang kehilangan figur sentral di puncak popularitasnya.

Namun demikian, Halttunen—yang mendampingi Rovanperä dalam periode paling sukses kariernya—menilai Toyota telah menemukan pengganti yang tepat. Rekam jejak Solberg sepanjang 2025 dinilai sebagai bukti konkret kesiapan tersebut, terutama setelah ia mendominasi kelas Rally2 dan menunjukkan kapasitasnya di level tertinggi saat mendapat kesempatan mengemudikan mobil Rally1.

“Rekor musim 2025 berbicara banyak. Dia memenangkan 11 reli di Rally2 dan satu reli dengan mobil Rally1. Dia benar-benar mendominasi semua yang dia ikuti,” kata Halttunen.

Lebih jauh, Halttunen tidak ragu menyampaikan prediksi berani terkait masa depan Solberg. Menurutnya, proses adaptasi yang telah dilalui pereli Swedia itu membuatnya siap melompat langsung ke persaingan gelar dunia, bukan sekadar menjadi pelapis jangka pendek di skuad Toyota.

“Saya mengatakan Oliver akan memenangkan kejuaraan dunia dalam dua tahun ke depan. Itu penilaian saya, dan saya berani bertaruh untuk itu,” lanjut Halttunen.

Penilaian tersebut tidak lepas dari pembelajaran masa lalu. Solberg sempat tampil di kelas utama bersama Hyundai Motorsport pada musim 2022, namun periode tersebut diwarnai kesalahan dan tekanan berlebih. Halttunen menilai saat itu Solberg belum matang, baik secara teknis maupun mental, dan menjadi korban ekspektasi yang tidak realistis.

“Saya ada di sana ketika dia masuk ke Kejuaraan Dunia bersama Hyundai. Jelas dia belum siap saat itu, baik sebagai pembalap maupun secara mental. Mereka terlalu membandingkannya dengan Kalle,” jelas Halttunen.

Perbandingan tersebut, menurut Halttunen, tidak adil. Rovanperä dinilainya sebagai talenta langka yang berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kebanyakan pereli lain, bahkan jika dibandingkan dengan legenda seperti Sébastien Loeb dan Sébastien Ogier.

“Kalle adalah tipe satu dalam satu miliar. Dia langsung luar biasa. Pembalap lain mungkin mencapai level itu dalam waktu lebih lama, tetapi Kalle selalu melakukannya lebih cepat,” tambahnya.

Persepsi Halttunen terhadap Solberg berubah drastis pada Rally Estonia musim lalu, ketika Solberg tampil bersama Toyota Rally1 dan langsung meraih kemenangan secara meyakinkan. Yang paling menonjol bagi Halttunen bukan hanya kecepatan, tetapi ketenangan Solberg dan navigatornya dalam menghadapi tekanan.

“Di Estonia, baik pengemudi maupun navigator terlihat sangat tenang dan tahu persis apa yang mereka lakukan. Tidak ada kesan gugup sama sekali. Itu yang paling mengesankan,” ujarnya.

Pengalaman pribadi Halttunen sebagai juara dunia membuat penilaian tersebut memiliki bobot tersendiri. Ia menilai cara Solberg mengelola momen kemenangan pertamanya mencerminkan kematangan yang biasanya hanya dimiliki pereli papan atas.

“Saat kemenangan pertama datang, itu biasanya menegangkan. Di Estonia, mereka terlihat seperti sudah memenangkan sepuluh reli sebelumnya. Itu pertanda yang sangat bagus,” tegas Halttunen.

Dengan bekal pengalaman lintas kelas, kemenangan di Rally1, serta struktur tim Toyota yang stabil, Halttunen menilai peluang Solberg untuk bersaing di papan atas WRC kini terbuka lebar. Jika konsistensi dan keandalan mobil terjaga, target gelar dunia dinilai bukan lagi ambisi jangka panjang, melainkan kemungkinan realistis dalam waktu dekat.

“Dia sudah memiliki pengalaman dari semua balapan, dan jika mobil tetap sekompetitif itu, saya tidak akan mengesampingkan kemungkinan dia bisa 
memenangkan kejuaraan musim depan,” tutup Halttunen.
 

© Toyota Europe Newsroom

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG