Jenson Button Ungkap Faktor yang Hampir Menjatuhkan Lando Norris

Lando Norris  © GettyImages
Lando Norris © GettyImages

Formula 1, Sportrik MediaLando Norris akhirnya mengamankan gelar juara dunia Formula 1 2025 bersama McLaren F1 Team, tetapi menurut juara dunia 2009 Jenson Button, ada satu karakteristik emosional yang nyaris menggagalkan perjalanannya menuju puncak olahraga balap paling elit di dunia.

 

Button, yang kini menjadi figur penting dalam lingkaran sejarah McLaren dan Inggris, mengungkap bahwa ekspresi emosi Norris yang sangat terbuka di dalam dan luar kokpit sempat ia anggap sebagai potensi titik lemah terbesar pembalap tersebut. Di tengah tekanan perebutan gelar yang melibatkan rival internal Oscar Piastri serta persaingan ketat dengan Max Verstappen dari Red Bull Racing, Norris justru harus mengendalikan bukan hanya mobil, tetapi juga dirinya sendiri.

 

Pada paruh awal musim 2025, Norris bahkan sempat tertinggal dari Piastri dalam klasemen internal tim. Dinamika ini diperumit oleh kebijakan tim yang dikenal sebagai “papaya rules”, sebuah pendekatan McLaren untuk menjaga keseimbangan di antara dua pembalap yang sama-sama berpeluang menjadi juara. Situasi tersebut beberapa kali memicu ketegangan, dan Button mengakui bahwa ia sempat meragukan apakah Norris mampu mengelola tekanan psikologis tersebut hingga akhir musim.

 

Namun, Button juga menegaskan bahwa bakat Norris tidak pernah diragukan. Ia mengingat momen ketika Norris pertama kali menjalani tes McLaren di Hungaria, di mana kecepatannya langsung terlihat berada di level tertinggi. Kombinasi kemampuan teknis, insting balap, dan kecepatan satu lap membuat Norris selalu dipandang sebagai calon juara dunia — pertanyaannya hanya apakah ia cukup stabil secara mental untuk mengeksekusinya.

 

Perjalanan menuju gelar 2025 pun mencerminkan ketahanan tersebut. Setelah memenangi seri pembuka di Australia, Norris mengalami periode sulit tanpa kemenangan hingga Grand Prix Monaco. Dari titik itu, ia membalikkan momentum dengan kemenangan di Austria, Inggris, Hungaria, Meksiko, dan Brasil, rangkaian hasil yang akhirnya cukup untuk mengungguli Verstappen dengan selisih hanya dua poin — salah satu perebutan gelar paling ketat dalam sejarah modern.

 

Keberhasilan ini memperkuat posisi Norris sebagai pusat proyek jangka panjang McLaren. Bersama Piastri, ia akan tetap menjadi bagian dari formasi tim saat Formula 1 memasuki era regulasi baru pada 2026. McLaren F1 Team telah menjadwalkan presentasi mobil barunya pada 9 Februari, momen penting yang akan memberikan indikasi apakah keunggulan teknis mereka dari 2025 dapat dipertahankan.

 

Sementara itu, fase awal musim dingin akan dimulai lebih cepat ketika Red Bull Racing dan Racing Bulls memperkenalkan livery 2026 mereka pada 15 Januari di Amerika Serikat. Uji coba pramusim kemudian berlangsung tertutup di Circuit de Barcelona-Catalunya pada 26–30 Januari, sebelum tes publik Bahrain membuka babak baru persaingan.

 

Bagi Norris, tantangan berikutnya bukan lagi membuktikan bahwa ia mampu menjadi juara, melainkan memastikan bahwa karakter emosional yang dulu dianggap kelemahan kini menjadi bagian dari kekuatannya di era baru Formula 1 — sebuah transformasi yang terus diikuti secara mendalam oleh Sportrik Media di https://sportrik.com.

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

Dakar 2026 : Analisis, Klasemen

TONTON SEKARANG