MotoGP, Sportrik Media - Jack Miller mengungkap kompleksitas cedera bahu yang dialami pembalap MotoGP, di tengah sorotan terhadap kondisi fisik Marc Marquez dan absennya Maverick Vinales akibat masalah serupa menjelang MotoGP Jerez 2026.
Dalam beberapa bulan terakhir, isu cedera bahu menjadi perhatian utama di paddock, terutama setelah Marc Marquez masih dalam proses pemulihan dari cedera musim lalu, sementara Maverick Vinales harus mundur dari balapan di COTA akibat sekrup yang bergeser pasca operasi.
Selain dislokasi dan kerusakan ligamen, patah tulang selangka menjadi salah satu cedera paling umum di MotoGP, seperti yang dialami Jorge Martin di Motegi musim lalu. Meskipun teknologi airbag telah mengurangi frekuensi cedera ini, risiko tetap tinggi, terutama karena banyak pembalap membawa akumulasi cedera dari masa lalu.

Jack Miller menjadi salah satu contoh ekstrem, dengan delapan kali patah tulang selangka kanan sepanjang kariernya. Kondisi tersebut membuat struktur tulangnya berubah signifikan akibat operasi berulang.
“Saya benar-benar fokus memperbaikinya selama musim dingin,” ujar Miller kepada Motomatters.com.
“Saya sudah mematahkan tulang selangka ini delapan kali, jadi bentuknya seperti zigzag karena pernah dipasang pelat, dilepas, dipasang lagi, dan seterusnya.”
Ia menjelaskan bahwa kerusakan tersebut memengaruhi distribusi tendon di sekitar bahu, yang tidak lagi merata akibat bentuk tulang yang tidak normal. Kondisi ini sempat menjadi masalah besar, terutama pada musim 2020 sebelum akhirnya lebih terkendali dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, pengujian bersama Yamaha di akhir musim lalu mengungkap adanya ketidakseimbangan signifikan antara sisi kanan dan kiri tubuhnya, yang berdampak langsung pada performa di lintasan.
“Kami menemukan bahwa bahu kanan saya hanya berfungsi sekitar 50 persen dibandingkan bahu kiri,” jelasnya.
“Saya lebih kesulitan di tikungan kanan dibandingkan tikungan kiri.”
Sebagai respons, Miller menjalani program latihan intensif untuk meningkatkan kekuatan dan mengompensasi kelemahan tersebut, bekerja sama dengan pelatih fisik selama jeda musim.
Ia juga menyoroti bagaimana tubuh secara alami beradaptasi untuk menghindari rasa sakit, yang justru dapat menyebabkan kebiasaan berkendara yang kurang optimal.
“Ketika rasa sakit hilang, Anda cenderung mengabaikannya, tetapi sebenarnya fungsi tubuh tidak kembali normal,” ujarnya.
“Anda mulai menyesuaikan posisi tubuh untuk melindungi diri, bukan untuk performa maksimal.”
Sementara itu, Gigi Dall’Igna optimistis Marc Marquez akan mencapai kondisi 100 persen di Jerez, meskipun masih dalam proses pemulihan. Di sisi lain, Maverick Vinales dipastikan absen setelah menjalani operasi untuk mengangkat sekrup yang bermasalah.
Dengan kondisi fisik yang masih menjadi faktor penting, Jack Miller akan memulai akhir pekan di Jerez dengan target meraih poin pertamanya musim ini bersama Yamaha V4 terbaru. Hasil di putaran ini akan menjadi indikator penting sejauh mana ia mampu mengatasi keterbatasan fisik sekaligus beradaptasi dengan paket teknis baru.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!