Formula 1, Sportrik Media - Helmut Marko menyerukan perubahan mendesak pada regulasi Formula 1 saat ini, dengan fokus pada pengurangan ketergantungan terhadap sistem hybrid dan penguatan kembali peran mesin pembakaran internal.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran dari Max Verstappen, yang secara terbuka mempertanyakan masa depannya di Formula 1 akibat ketidakpuasan terhadap arah regulasi baru. Juara dunia empat kali itu menyoroti dominasi sistem energi listrik dalam performa mobil, yang menurutnya mengurangi aspek kesenangan dalam mengemudi.
Ketidakseimbangan antara deployment energi baterai dan performa mesin menjadi salah satu isu utama yang dikeluhkan Verstappen. Selain itu, performa Red Bull Racing melalui paket RB22 juga belum konsisten, khususnya dari sisi sasis, yang semakin memperburuk situasi kompetitif tim pada awal musim 2026.

Hingga tiga seri awal musim, Verstappen belum mampu finis di lima besar dan saat ini berada di posisi kesembilan klasemen pembalap. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa performa mobil bukan satu-satunya faktor penentu dalam mempertimbangkan masa depannya, melainkan juga tingkat kepuasan dalam balapan itu sendiri.
Marko menegaskan bahwa kritik Verstappen tidak semata-mata dipengaruhi oleh hasil buruk Red Bull, tetapi mencerminkan masalah struktural dalam arah pengembangan Formula 1 modern yang semakin kompleks dan bergantung pada perangkat lunak.
“Dari sisi sasis, kami memiliki kekurangan yang cukup besar. Namun Red Bull memiliki tradisi untuk membalikkan situasi seperti ini. Masalahnya, semuanya menjadi terlalu kompleks dan perangkat lunak memainkan peran yang terlalu dominan,” ujar Marko kepada Kleine Zeitung.
Fokus utama Marko tertuju pada kompleksitas power unit hybrid, khususnya sistem pemulihan energi dan pengelolaan baterai yang kini menjadi faktor penentu performa di lintasan. Menurutnya, kondisi ini mengurangi peran pembalap sebagai faktor utama dalam menentukan hasil balapan.
“Saya tidak tahu apakah hal ini bisa diperbaiki dalam satu musim. Namun sesuatu harus dilakukan, dan aspek mengemudi harus kembali menjadi prioritas,” tambahnya.
Ia juga menyoroti sentimen negatif yang berkembang di kalangan pembalap terkait regulasi saat ini, yang dinilai terlalu membatasi peran mereka dalam mengontrol performa mobil secara langsung.
“Suasana di antara para pembalap saat ini negatif. Penyesuaian harus segera dilakukan, dan kami berharap FIA dapat mengurangi peran baterai serta mengembalikan fokus pada mesin pembakaran internal,” jelas Marko.
Menurutnya, penguatan kembali peran mesin konvensional tidak hanya akan meningkatkan kualitas balapan, tetapi juga memberikan kendali lebih besar kepada pembalap dibandingkan sistem elektronik dan manajemen energi yang kompleks.
Situasi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Formula 1 dalam menyeimbangkan inovasi teknologi dengan esensi kompetisi balap. Dengan meningkatnya tekanan dari pembalap dan tokoh penting seperti Marko, arah regulasi ke depan akan menjadi faktor krusial dalam menjaga daya tarik olahraga ini menuju fase berikutnya musim 2026 dan seterusnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!