MotoGP, Sportrik Media - Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo Team mengungkapkan bahwa kondisi cuaca pada hari Jumat memberikan dampak signifikan terhadap performanya di Sprint MotoGP Brasil 2026, terutama dalam fase kualifikasi yang menentukan posisi старт.
Hujan yang membatasi waktu lintasan kering pada hari pertama membuat tim tidak memiliki cukup kesempatan untuk menguji berbagai konfigurasi motor. Akibatnya, Bagnaia memasuki hari Sabtu dengan dua Desmosedici yang memiliki set-up berbeda. Kondisi ini memaksanya mengambil keputusan strategis dalam memilih motor untuk sesi Q2, dengan konsekuensi besar ketika insiden terjadi.
Bagnaia memilih motor yang dirasakannya lebih kompetitif untuk memulai kualifikasi. Namun, kecelakaan pada flying lap pertamanya membuatnya kehilangan opsi utama tersebut. Ia kemudian harus melanjutkan sesi dengan motor kedua yang memiliki tingkat grip lebih rendah, faktor krusial di karakter lintasan Goiania yang menuntut traksi optimal.


“Sejujurnya, cukup intens. Pagi ini kami bekerja sangat baik, tetapi kami sedikit tidak beruntung karena memiliki dua motor dengan set-up berbeda akibat kurangnya waktu pengujian kemarin,” ujar Bagnaia kepada MotoGP.com.
Ia menambahkan bahwa kehilangan motor utama setelah crash membuatnya kesulitan memaksimalkan performa di sisa sesi. Selain itu, satu putaran cepatnya juga dibatalkan akibat bendera kuning yang tidak ia sadari, semakin memperburuk posisi старт yang akhirnya hanya berada di urutan ke-11.
“Setelah crash, saya hanya memiliki motor kedua yang grip-nya lebih rendah, dan di sirkuit ini Anda sangat membutuhkan grip. Jadi saya cukup kesulitan di kualifikasi,” lanjutnya.
Dampak dari старт belakang semakin terasa saat Sprint Race berlangsung. Bagnaia menilai karakter lintasan membuat peluang menyalip menjadi terbatas, terutama ketika terjebak di belakang Alex Marquez dari Gresini Racing, yang mampu menutup racing line secara efektif.
“Di sirkuit ini sangat sulit untuk menyalip, dan saya terjebak di belakang Alex Marquez yang menutup banyak racing line. Saya tidak pernah punya kesempatan untuk menyalip,” jelasnya.
Meskipun demikian, Bagnaia menegaskan bahwa potensi motor Ducati sebenarnya sangat kompetitif sepanjang akhir pekan. Ia mengakui bahwa kesalahan sendiri dalam kualifikasi menjadi faktor utama yang menggagalkan peluang finis di podium, meskipun secara kecepatan ia merasa mampu bersaing di barisan depan.
Hasil finis di posisi kedelapan pada Sprint menjadi hasil terbaik Bagnaia sejauh musim 2026, setelah sebelumnya hanya mampu finis kesembilan di dua balapan Thailand. Namun, hasil tersebut belum mencerminkan potensi penuh yang ditunjukkan oleh paket Desmosedici di lintasan Brasil.
Dengan balapan utama masih tersisa, Bagnaia dan Ducati kini fokus untuk memaksimalkan peluang dari старт yang lebih kompetitif, sekaligus mengatasi kendala teknis yang muncul akibat kurangnya data set-up dari sesi awal. MotoGP Brasil 2026 menjadi ujian penting dalam menjaga konsistensi performa di tengah kondisi akhir pekan yang tidak ideal.



Diskusi & Komentar (1)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Pecco emang udah saatnya hengkang dari Ducati!!!