MotoGP, Sportrik Media - Masa depan Fabio Quartararo mulai menjadi titik tekanan awal pasar pembalap MotoGP 2027, menyusul laporan yang mengaitkan juara dunia 2021 itu dengan potensi kepindahan dari Yamaha ke pabrikan rival sebelum era regulasi baru diberlakukan.
Menurut laporan Motorsport.com, Quartararo disebut-sebut menjadi pembalap papan atas pertama yang posisinya mulai mengerucut untuk siklus kontrak 2027. Laporan tersebut menyebutkan bahwa pembalap Prancis itu belum memasuki tahap pembicaraan kontrak baru dengan Yamaha, membuka ruang evaluasi masa depan di luar pabrikan yang telah ia bela sejak debut MotoGP pada 2019.
Konteks ini muncul di tengah performa kompetitif Yamaha yang masih belum stabil. Meski Quartararo meraih lima pole position musim lalu, ia belum mencatatkan kemenangan Grand Prix dalam lebih dari dua setengah musim terakhir, dengan hasil terbaiknya berakhir di posisi kesembilan klasemen pembalap. Rekan setim Yamaha terdekatnya, Jack Miller, menutup musim di posisi ke-17, memperkuat gambaran ketergantungan Yamaha pada satu pembalap utama.

Yamaha sendiri telah melakukan perombakan struktural signifikan, termasuk merekrut Max Bartolini sebagai direktur teknis, mengembalikan Pramac Racing sebagai tim satelit, serta beralih ke konsep mesin V4 mulai musim 2026. Namun, laporan tersebut menyebut bahwa evaluasi Quartararo terhadap masa depannya berlangsung bahkan sebelum ia menjajal versi kompetitif YZR-M1 V4 dalam kondisi balap penuh.
Di sisi lain, Honda HRC dipandang sebagai proyek yang menunjukkan tren kebangkitan lebih jelas. Meski baru mencatat satu kemenangan dalam kondisi basah melalui Johann Zarco di Le Mans musim lalu, RC213V dinilai mengalami kemajuan struktural di bawah arahan Romano Albesiano. Tiga podium lintasan kering turut mendorong Honda naik tingkat konsesi dari D ke C untuk 2026.
Jika Honda benar-benar mengamankan Quartararo, langkah tersebut akan berdampak langsung pada komposisi pembalap internal. Dengan Zarco terikat kontrak di LCR Honda hingga 2026 dan rookie Diogo Moreira memulai kontrak multi-tahun, satu dari dua pembalap pabrikan saat ini—Joan Mir atau Luca Marini—berpotensi terdampak secara langsung.
Implikasinya juga meluas ke pasar pembalap lain. Opsi Honda yang menyempit akan memengaruhi kalkulasi nama-nama seperti Jorge Martin dan Pedro Acosta, terutama menjelang era regulasi 850cc dan penggunaan ban Pirelli pada 2027, ketika arah teknis jangka panjang menjadi faktor utama keputusan pembalap elite.
Pola ini selaras dengan pernyataan Marc Marquez, yang sebelumnya menyebut bahwa pembalap papan atas cenderung mengamankan masa depan mereka jauh sebelum musim baru dimulai.
“Saya rasa masa depan dua atau tiga nama yang paling dicari akan diketahui sebelum balapan pertama,” ujar Marquez dalam wawancara terpisah.
Jika laporan tersebut terbukti akurat, maka pasar pembalap MotoGP 2027 berpotensi bergerak lebih cepat dari siklus sebelumnya, dengan keputusan strategis diambil sebelum peta kekuatan teknis 2026 benar-benar terlihat di lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!