Emosi Sebatian Vettel meluap di sirkuit Monza. Empat kali juara dunia Formula 1 itu tak kuasa menahan air mata usai menjalankan demonstrasi mobil bersejarah di Grand Prix Italia, mengendarai Ferrari F2002 milik mendiang sahabatnya, Michael Schumacher.
Vettel melahap beberapa lap di atas mobil yang membawa Schumacher meraih gelar juara dunia pada 2002. Momen itu menjadi bagian dari rangkaian acara sebelum balapan, sekaligus merayakan 30 tahun debut Schumacher bersama tim asal Maranello tersebut pada 1996.
F2002 adalah mahakarya era keemasan Ferrari di bawah kepemimpinan Jean Todt dan Ross Brawn. Mobil itu mengantar Schumacher meraih 11 kemenangan, sementara rekan setimnya, Rubens Barrichello, menambah lima kemenangan lain. Ferrari nyaris tak terkalahkan musim itu.

Schumacher sendiri tak pernah finis di luar podium sepanjang 2002. Ia memastikan gelar juara dunia kelimanya lebih awal, tepatnya setelah seri ke-11 di Prancis pada akhir Juli. Namun, bagi Vettel, sejarah mobil itu bukanlah yang paling mengguncang hatinya.
Warisan Sang Sahabat yang Tak Pernah Pudar
Yang paling membekas adalah legasi Schumacher, sosok yang tak pernah terlihat di publik sejak kecelakaan ski pada akhir 2013. Vettel, yang juga pernah membela Ferrari pada periode 2015-2020, merasa roh Schumacher begitu dekat saat mengendarai mobil bersejarah itu.
"Perasaanku campur aduk," ujar Vettel nyaris menangis setelah demonstrasi. "Di satu sisi, ini mobil yang indah untuk dikendarai. Mesin yang begitu cantik. Tapi yang lebih penting, ini mobil Michael. Dia tidak ada di sini hari ini, tapi aku sangat merasakannya di lap-lap ini. Aku harap kalian juga mendengar dan merasakannya."
Vettel mengaku dirinya berada di antara dua keinginan saat melahap trek. Ia ingin memperpanjang momen unik itu, namun di saat yang sama, tenaga mesin V10 yang gahar terus membisikinya untuk melaju lebih kencang.
Roh Ferrari yang Hidup di Monza
"Tidak butuh banyak lap untuk merasakan jiwa sebuah mobil," kata Vettel dengan mata berbinar. "Kamu langsung sadar bahwa ini mobil spesial. Mobil ini seperti berteriak padamu, 'Ayo, ayo, ayo!'."
"Aku terus bertanya-tanya antara ingin memacu mobil ini atau menikmati momennya agar bertahan lama. Tapi tidak, ini benar-benar indah. Merasakan betapa hidupnya roh Michael dan roh Ferrari di sini. Aku mengalaminya sendiri bertahun-tahun lalu."
Vettel juga menyisipkan pesan tentang masa depannya. "Ada hal-hal yang kurindukan, tapi itu kehidupan yang berbeda. Kini aku lebih fokus menjaga generasi pembalap berikutnya. Ada peluang besar di depan. Jadi, ini hari yang sangat emosional. Jantungku berdebar, aku sangat bangga, dan aku merindukan Michael."
Momen ini menjadi pengingat betapa besar pengaruh Schumacher, tidak hanya bagi Ferrari, tetapi juga bagi pembalap-pembalap muda yang mengidolakannya. Vettel, yang pernah menjadi penerus estafet kejayaan Ferrari, kini meneruskan kenangan itu kepada generasi berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!