SPONSORED

Tsunoda Tanggapi Komentar Verstappen soal Mobil F1 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Tsunoda Tanggapi Komentar Verstappen soal Mobil F1 2026
TO NEWS OVERVIEW
Tsunoda Tanggapi Komentar Verstappen soal Mobil F1 2026

Yuki Tsunoda menanggapi dengan tenang komentar Max Verstappen yang menyebut hasil balapannya sebagai bukti bahwa mobil Formula 1 2026 mengurangi peran pembalap. Pembalap Jepang itu memilih untuk tidak terlalu memusingkan pendapat mantan rekan setimnya di Red Bull tersebut.

Verstappen sebelumnya menyatakan bahwa performa Tsunoda dan Liam Lawson menunjukkan bahwa mobil generasi baru lebih mudah dikendarai dan tidak memberi ruang bagi pembalap untuk tampil menonjol. Namun, Tsunoda menegaskan bahwa ia hanya membaca komentar itu sekilas dan tidak membiarkannya memengaruhi mentalnya.

“Itu komentarnya, jadi... saya tidak tahu. Saya hanya membacanya, jujur saja. Itu saja,” ujar Tsunoda di Madrid. “Mobilnya berbeda, tentu saja. Deployment energi dan hal-hal seperti itu berbeda. Itu bagian dari hal yang tidak bisa Anda dorong maksimal di beberapa tikungan. Sesuatu yang saya alami di Monza. Tapi, ya, itu saja. Saya tidak mengambil apa pun dari komentarnya dan membandingkannya dengan hasil saya, apa yang saya tunjukkan dalam dua balapan. Itu hal yang sangat individual. Saya pikir saya telah melakukan pekerjaan dengan baik dan itu saja.”

Sainz Reveals Heated Arguments with Leclerc at Ferrari
Read AlsoSainz Reveals Heated Arguments with Leclerc at Ferrari

Tsunoda memang sedang dalam performa apik. Ia dipanggil Racing Bulls untuk menggantikan Isack Hadjar yang cedera pergelangan tangan, dan berhasil mencetak poin di Monza setelah nyaris finis di zona poin di Zandvoort. Pencapaian ini terasa istimewa mengingat musim 2025 yang sulit bersamanya di Red Bull, di mana ia hanya finis di posisi 17 klasemen.

ADVERTISEMENT

Verstappen, yang dikenal vokal mengkritik regulasi 2026, menyebut mobil-mobil baru itu seperti “Formula E dengan steroid” karena ketergantungan pada manajemen energi. Menurutnya, pembalap yang paling berani dan terlambat mengerem tidak lagi mendapat keuntungan signifikan karena harus mengatur energi. Ia bahkan mencontohkan insiden Lando Norris yang ‘terpaksa’ menyalip Lewis Hamilton di Suzuka, serta komentar McLaren tentang elemen ‘self-learning’ pada unit daya yang memengaruhi balapan.

Namun, Tsunoda melihat situasi ini dari sudut pandang berbeda. Baginya, setiap pembalap memiliki gaya dan tantangan masing-masing, dan hasil yang ia raih adalah buah dari kerja kerasnya sendiri. “Saya pikir saya telah melakukan pekerjaan dengan baik,” tegasnya. Ia juga tidak ingin terjebak dalam perdebatan tentang regulasi yang lebih cocok dibahas oleh para insinyur dan pembuat kebijakan.

Yang jelas, Tsunoda akan kembali tampil untuk Racing Bulls di Madrid akhir pekan ini, sementara Hadjar masih dalam pemulihan. Kesempatan ini menjadi panggung bagi Tsunoda untuk membuktikan bahwa kemampuannya tidak tergantung pada karakteristik mobil. Jika ia bisa konsisten mencetak poin, bukan tidak mungkin pintu menuju kursi balap penuh waktu di F1 2027 akan terbuka lebar.

ADVERTISEMENT
Yuki Tsunoda di paddock Racing Bulls
Yuki Tsunoda saat berbicara dengan media di Madrid.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU